Mekanisme Pembekuan Darah Saat Terjadi Luka

Mekanisme pembekuan darah terjadi saat ada bagian tubuh yang mengalami luka. Proses yang terjadi pada mekanisme pembekuan darah melindungi tubuh dari kehilangan darah yang terlalu banyak. Peran darah sendiri bagi tubuh yang utama adalah mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, darah juga memiliki fungsi lain seperti menutup bagiani tubuh yang terkena luka.

Darah meliputi plasma dan sel-sel darah merah yang terdiri dari eritrosit (sel darah merah), trombosit (keping darah), dan leukosit (sel darah putih). Pada saat tubuh mengalami luka, sel darah yang berperan dalam proses mekanisme pembekuan darah adalah trombosit (keping darah). Proses mekanisme pembekuan darah diawali dari trombosit yang pecah dan mengeluarkan trombokinase.

Bagaimana proses yang terjadi pada mekanisme pembekuan darah saat ada bagian tubuh yang mengalami luka? Apa saja komposisi darah? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan bagaimana proses mekanisme pembekuan darah di bawah.

Table of Contents

Apa peran darah jika tubuh mengalami luka?

lukak pada tangan

Apa yang terjadi saat sobat idschool terluka? Dalam beberapa lama luka yang terjadi pada diri sobat idschool akan mengering dan kemudian luka tersebut akan tertutup oleh benang-benang berwarna coklat kehitaman? Benang-benang yang menutup bagian tubuh yang terlukan tersebut merupakan benang fibrin.

Proses mekanisme pembekuan darah saat tubuh mengalami luka dapat kering dan tertutup oleh lapisan berwarna cokelat kehitaman. Selain itu, akan diulas juga materi tentang komposisi darah yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Diketahui bahwa bagian darah yang bertanggung jawab menutup tubuh yang terluka adalah trombosit. Sehingga, sebelum mempelajari mekanisme pembekuan darah, sebaiknya ingat kembali bagaimana komposisi darah.

Baca Juga: Kelainan Sistem Peredaran Darah Manusia

Komposisi Darah

Darah merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Darah dalam tubuh terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Komposisi susunan darah tersebut meliputi 55% plasma darah dan 45% sel – sel darah yang terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit.

Dalam plasma darah terbagi lagi atas 90% air dan 10% zat terlarut, meliputi protein, garam mineral, bahan organik, sisa metabolik, hormon, dan gas. Berikut ini adalah gambar diagram komposisi darah.

komposisi darah

Plasma Darah

Plasma darah mengandung protein yang tersusun atas albumin, globulin, dan fibrinogen. Albumin mempunyai peran untuk menjaga tekanan osmotik darah. Globulin berfungsi sebagai antibody. Fibrinogen berperan dalam pembekuan darah. Mekanisme proses pembekuan darah akan dibahas berikutnya. Secara umum, fungsi plasma dalam tubuh meliputi beberapa peran seperti berikut.

Fungsi Plasma Darah:
1) Mengedarkan sari makanan
2) Menjaga keseimbangan pH tubuh
3) Menjaga temperatur suhu tubuh.

Sel – Sel Darah

Sel-sel darah meliputi tiga jenis yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang sel-sel darah dan kriteria masing-masing sel darah.

1. Eritrosit (Sel darah merah)
Eritrosit (sel darah merah) merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Rata-rata jumlah eritrosit dalam setiap satu milimeter adalah adalah 5 miliar. Bentuk eritrosit berupa bikonkaf, melengkung ke dalam. Berupa piringan dan pada bagian tengah berupa cekungan. Rata-rata panjang diameter eritrosit adalah 8 mikrometer, rata-rata tebal bagian luarnya adalah 2 mikrometer, dan rata-rata bagian tengahnya adalah 1 mikrometer.

Karakteristik Eritrosit:

  • Bentuk bikonkaf dan tidak berinti
  • Terbentuk di sumsum tulang
  • Umur sel 120 hari
  • Jumlahnya 4 – 5 juta/mm3
  • Berfungsi mengangkut CO2 dan O2

Pada eritrosit (sel darah merah), terdapat hemoglobin yang berperan dalam memberi warna merah pada darah. Gambaran eritrosit dapat dilihat pada gambar di bawah.

eritrosit

2. Leukosit (Sel Darah putih)
Fungsi utama dari leukosit (sel darah putih) adalah membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi. Sehingga keberadaan leukosit sangat berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Jumlah leukosit di dalam tubuh dalam keadaan normal adalah 4 × 109 sampai dengan 11 × 109 sel darah putih untuk setiap satu liter darah.

Dalam tubuh, sel darah putih mempunyai kemampuan fagositosis dan diapedesis. Fagositosis adalah kemampuan memakan benda asing bagi sel darah putih. Sedangkan diapedesis adalah kemampuan untuk menembus keluar pori-pori membran kapiler dan menuju ke jaringan.

Karakteristik Leukosit:

  • Bentuk tidak tetap dan berinti.
  • Terbentuk di sumsum tulang, limfa dan kelenjar getah bening.
  • Umur sel 12 hari.
  • Jumlahnya 6.000 – 9.000 /mm3
  • Berfungsi untuk membunuh kuman dan membentuk antibodi.

Sel darah putih terdiri atas dua jenis. Untuk jenis pertama adalah granulosit, meliputi basofil, eosinofil, dan neutrofil. Sedangkan sel darah putih tanpa granula meliputi monosit dan limfosit. Berikut ini adalah pengelompokan gambar sel darah putih berdasarkan jenisnya.

leukosit

Baca Juga: Alat Peredaran Darah dan Fungsinya

3. Trombosit (Keping Darah)
Trombosit atau yang sering disebut sebagai keping darah. Komponen darah inilah yang berperan dalam pembekuan darah jika ada bagian tubuh yang mengalami luka. Pada keadaan normal, tubuh mampu menghasilkan benang-benang fibrin yang akan menutup luka pada tubuh jika seseorang mengalami luka.

Karakteristik Trombosit:

  • Bentuk tidak teratur dan tidak berinti.
  • Terbentuk di sumsum tulang belakang.
  • Umur sel 6 – 9 hari.
  • Jumlahnya 200.000 – 400.000 untuk setiap mm3.
  • Berperan pada pembekuan darah.

Bentuk trombosit dapat dilihat seperti gambar di bawah.

trombosit

Mekanisme Pembekuan Darah

Bagaimana tubuh memberikan respon jika ada bagian tubuh yang mengalami luka? Respon yang diberikan pertama adalah pecahnya trombosit yang mampu menghasilkan trombokinase kemudian dihasilkan protrombin. Dengan bantuan Ca2+ dan vitamin K akan membentuk trombin. Kemudian dibentuk fibrinogen yang akan menjadi benang-benang fibrin dan menutup luka.

Alur mekanisme pembekuan darah dalam diagaram dapat dilihat melalui gambar di bawah.

mekanisme pembekuan darah

Referansi: Gambaran proses mekanisme pembekuan darah dalam bentuk video

4 Macam Golongan Darah

Meskipun terlihat sama, namun sebenarnya darah pada manusia digolongkan menjadi 4 yaitu golongan A, B, O, dan AB. Pengelompokan ini didasarkan kandungan aglutinogen (anti gen) pada sel darah merah dan aglutinin (antibodi) pada plasma darah.

Antigen pada sel darah merah merupakan suatu bagian berupa glikoprotein atau glikolipid yang bersifat genetis, meliputi antigen A dan antigen B. Sedangkan aglutinin adalah antibodi yang bereaksi dengan antigen. Aglutinin terdapat pada permukaan sel darah merah dan terdiri dari dua jenis, yaitu aglutinin α dan β.

tabel golongan darah

Pengenalan aglutinin dan aglutinogen tersebut berguna untuk menghindari penggumpalan darah pada saat transfusi darah. Penggumapalan darah akan terjadi ketika kedua aglutinin bereaksi dengan antigen. Proses tersebut dinamakan aglutinasi (penggumpalan darah). Sehingga perlu dicermati kandungan aglitunogen pada sel darah merah dan aglutinin pada plasma darah.

Bertemunya aglutinin β dengan aglutinogen B akan mengakibatkan pembekuan darah. Sehingga, orang dengan golongan darah A tidak bisa mendonorkan darahnya untuk seseorang dengan golongan darah B. Begitu juga dengan sebaliknya.

Seseorang dengan golongan darah O dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah, disebut sebagai donor universal. Donor Universal yaitu golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain.

Sedangkan orang dengan golongan darah AB dapat menerima donor dari semua golongan, disebut sebagai resipien universal. Resipien universal adalah golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain.

Demikianlah mekanisme pembekuan darah yang didahului dengan komposisi darah meliputi eritrosit, leukosit, dan trombosit. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Sistem Peredaran Darah Manusia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *