Percobaan Pengaruh Cahaya pada Perkembangan Tumbuhan

Proses tumbuh dan berkembang suatu tumbuhan dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung di sekitarnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan atau perkembangan tanaman dapat berasal dari dalam (internal) dan luar (eksternal). Contoh faktor internal yang memengaruhi proses tumbuh tumbuhan adalah sifat genetik dan hormon pada tumbuhan. Contoh faktor eksternal yang memengaruhi proses tumbuh tumbuhan adalah cahaya, air, kelembaban, dan suhu,

Cahaya bagi tumbuhan digunakan untuk membantu berlangsungnya fotosintesis. Selain itu cahaya bagi pertumbuhan tumbuhan akan memengaruhi kerja hormon auksin yang terdapat pada tumbuhan. Faktor cahaya pada pertumbuhan tumbuhan dapat diketahui melalui sebuah percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan.

2 Faktor yang Memengaruhi Proses Tumbuh Tumbuhan

Baca Juga: 7 Macam Hormon pada Tumbuhan

Bagaimana percobaan yang dilakukan untuk melihat pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan? Bagaimana pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan adalah sebagai berikut.

  • Membandingkan pertumbuhan tumbuhan (biji kacang hijau) pada dua tempat berbeda (terang dan gelap).
  • Melihat apa pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pada tanaman/tumbuhan

Landasan Teori

Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran/volume dan jumlah sel tumbuhan secara irreversible. Artinya proses pertumbuhan tidak dapat kembali ke bentuk semula. Selain bertumbuh, tumbuhan juga mengalami perkembangan. Perkembangan pada tumbuhan adalah perubahan biologis menuju kedewasaan yang ditunjukkan melalui perubahan bentuk tubuhnya (metamorfosis).

Pada mulanya, tumbuhan berbentuk kecambah atau plantula yang berkembang dari biji. Tumbuhan yang masih berbentuk biji hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji. Awal perkecambahan merupakan berakhirnya masa dormansi biji yaitu berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan selama beberapa waktu.

Masa dormansi berakhir ketika terdapat air masuk ke dalam biji suatu tumbuhan yang disebut proses imbibisi. Imbibisi adalah peristiwa penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering.

Air yang masuk ke dalam biji melalui proses imbibisi akan menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya. Dari proses yang terjadi tersebut akan memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga menyebabkan biji melanjutkan pertumbuhan.

Selanjutnya, enzim-enzim pada biji akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma/kotiledon. Nutrien-nutrien yang terkandung di dalamnya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh. Biji kemudian dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio/lembaga tumbuhan.

Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan batang lembaga (kaulikulus).

Diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah cahaya. Bagaimana pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan? Percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan di bawah dapat digunakan untuk melihat apa dan bagaimana pengaruhnya,

Baca Juga: [Praktikum Biologi] – Uji Makanan (Amilum, Glukosa, Protein, dan Lemak)

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Percobaan Pengaruh Cahaya Pada Perkembangan Tumbuhan:

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan adalah sebagai berikut.

Alat:
Beberapa alat yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan adalah sebagai berikut.

  • Gelas Aqua: 2 buah
  • Kapas: 2 lembar
  • Kardus: 1 buah
  • Kertas: 2 lembar ukuran kecil
  • Spidol: 1 buah
  • Lem: secukupnya
  • Penggaris: 1 buah

Bahan:
Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk melakukan percobaan adalah sebagai berikut.

  • Kacang hijau secukupnya (10 butir)
  • Air secukupnya

Baca Juga: [Praktikum Biologi] – Cara Kerja Paru-Paru

Langkah Kerja Percobaan Pengaruh Cahaya pada Perkembangan Tumbuhan

Langkah-langkah yang dilakukan pada percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan:

  1. Menyiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Merendam kacang hijau yang akan ditanam selama 8 jam.
  3. Menandai masing-masing gelas aqua dengan kertas, lem, dan spidol dengan huruf A dan B. Huruf A untuk gelas aqua yang akan diletakkan di tempat gelap dan huruf B untuk gelas aqua yang akan diletakkan di tempat terang. 
  4. Memasukkan kapas ke setiap gelas aqua.
  5. Memberi air tanah ke dalam sehingga kapas di dalamnya benar-benar basah.
  6. Meletakkan 5 biji kacang hijau di masing-masing gelas aqua.
  7. Menaruh gelas aqua beserta biji kedelai dengan tanda huruf A ke tempat gelap dan gelas aqua beserta biji kedelai dengan tanda huruf B ke tempat terang.
  8. Melakukan penyiraman menggunakan air secukupnya dengan frekuensi 1 kali sehari.
  9. Memberlakukan perlakukan yang sama untuk gelas aqua pada huruf A dan B, selain tempat tumbuhnya.
  10. Mengukur tinggi batang kacang hijau ketika muncul daun pertama pada tumbuhan kacang hijau tersebut.
  11. Mendokumentasikan/memotret setiap perkembangan yang trejadi pada tumbuhan kacang hijau.

Baca Juga: Cara Menggunakan Mikroskop dan Mengenal Nama pada Setiap Bagian-Bagiannya

Hasil Pengamatan

Pengamatan yang dilakukan pada percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan adalah ukuran tinggi tanaman kacang hijau. Pengukuran hari pertama dilakukan untuk tumbuhan kacang hijau saat awal munculnya daun pertama sampai pengukuran hari ketujuh.

Tumbuhan kacang hijau tumbuh dengan ketinggian atau panjang batang yang berbeda-beda. Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan tinggi rata-rata tumbuhan kacang hijau yang berada di gelas A dan B.

Berdasarkan percobaan pengaruh cahaya pada perkembangan tumbuhan diperoleh hasil pengukuran panjang tanaman seperti tabel di bawah.

Tabel Hasil Pengamatan untuk Percobaan Pengaruh Cahaya pada Perkembangan Tumbuhan

Grafik pengamatan untuk percobaan pengaruh cahaya matahari pada perkembangan tumbuhan diberikan seperti berikut.

Grafik Hasil Pengamatan Pengaruh Cahaya pada Perkembangan Tumbuhan

Pengamatan yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa pertumbuhan setiap biji kacang hijau tidaklah sama. Perbedaan jelas terlihat pada biiji kacang hijau yang ditempatkan pada tempat gelap dan terang.

Pertumbuhan tumbuhan kacang hijau di tempat gelap memiliki pertumbuhan lebih pesat dibanding tumbuhan kacang hijau di tempat terang. Kondisi ini jelas terlihat pada perbedaan tinggi kacang hijau. Tumbuhan kacang hijau di temmat gelap tumbuh jauh lebih tinggi dari tumbuhan kacang hijau di tempat terang.

Baca Juga: Uji Fotosintesis

Pembahasan

Tumbuhan memiliki hormon auksin yang berperan dalam merangsang pemanjangan sel pada tunas muda yang sedang berkembang. Hormon auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan. Tingginya aktivitas hormon auksin dapat membuat tumbuhan menjadi semkin cepat tumbuh tinggi.

Aktivitas hormon auksin dapat terpengaruh oleh keberadaan cahaya matahari. Pada tempat gelap, tumbuhan mendapatkan lebih sedikit cahaya matahari. Kondisi ini membuat hormon auksin berfungsi dengan maksimal. Akibatnya, tumbuhan kacang hijau yang ditempatkan di tempat yang gelap akan tumbuh lebih tinggi.

Meskipun demikian, tumbuhan yang ditempatkan di tempat gelap meiliki kekurangan yaitu kondisi batangnya sangat lemah dan kurus. Selain itu, tumbuhan kacang hijau di tempat gelap memiliki warna daun pucat kekuningan. Kondisi tumbuhan yang demikian dikatakan bahwa tumbuhan mengalami peristiwa etiolasi.

Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek. Namun, kondisi batangnya sangat kuat dan memiliki daun hijau segar.

Baca Juga: Apa Itu Peristiwa Etiolasi pada Proses Tumbuh Tumbuhan?

Kesimpulan Percobaan Pengaruh Cahaya Matahari pada Perkembangan Tumbuhan

Keberadaan cahaya matahari memberikan pengaruh terhadap perkembangan tumbuhan. Cepatnya tumbuhan kacang hijau di tempat gelap bertambah pajang disebabkan aktivitas hormon auksin yang tinggi. Hal ini terjadi karena di tempat gelap tidak banyak mendapat cahaya matahari. Sehingga aktivitas hormon auksin di tempat gelap menjadi lebih maksimal.

Di mana, tumbuhan yang terkena sedikit cahaya atau tanpa cahaya akan cepat tumbuh lebih tinggi. Namun, perkembang tumbuhan di tempat yang gelap akan menghasilkan tanaman yang tidak sehat. Kondisi tidak sehat pada tumbuhan ditunjukkan dari kondisi batang yang tidak kokoh dan warna daun kuning pucat.

Sebaliknya, perkembangn tumbuhan di tempat terang akan lebih lama sehingga relatif lebih pendek. Namun, tumbuhan di tempat terang tumbuh menjadi tanaman yang lebih subur. Kondisi tanaman yang subur dapat dilihat dari batang yang kokoh dan warna daun yang hijau segar.

Baca Juga: Cara Membuat Teks Laporan Hasil Praktikum

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *