7 Macam Hormon pada Tumbuhan dan Fungsinya

By | August 31, 2021

Tumbuhan memiliki beberapa macam hormon yang memiliki peran pada pertumbuhan dan perkembangan suatu tumbuhan. Ada 7 macam hormon pada tumbuhan meliputi hormon auksin, sitokinin, giberilin, asam absisat, gas etilen, asam traumalin, dan kalin. Setiap macam hormon pada tumbuhan tersebut memiliki fungsi berbeda-beda yang memungkinkan tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Apa saja fungsi dari setiap macam hormon pada tumbuhan tersebut? Di mana saja letak produksi untuk 7 macam hormon pada tumbuhan? Sobat idshool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

1. Hormon Auksin

Hormon auksin pada tumbuhan dihasilkan pada bagian meristem apikal atau jaringan pada ujung-ujung tumbuhan. Contoh letak keberadaan auksin berada di ujung daun, ujung batang, dan ujung akar. Pemanfaatan hormon auksin dapat berguna untuk pertanian modern. Di mana, hormon auksin memiliki peranan penting pada kultur jaringan. Hormon auksin juga digunakan pada pembuatan buah tanpa biji.

Kerja hormon auksin dapat terganggu karena keberadaan cahaya matahari. Pada tumbuhan yang terkena cahaya pada salah satu sisinuya akan membuat hormon auksin berpindah. Perpindahan hormon auksin mengikuti pengaruh gravitasi dan menjauhi cahaya matahari.

Konsentrasi hormon auksin pada tumbuhan akan berkumpul pada bagian tumbuhan yang lebih sedikit mendapat cahaya. Kondisi ini akan membuat salah satu sisi/bagian tumbuhan menjadi lebih panjang dari sisi lainnya. Sehingga tumbuhan akan menekuk ke arah sisi yang konsentrasi auksin rendah atau arah datangnya sinar.

Jika cahaya mengenai tumbuhan secara merata maka konsentrasi auksin juga akan merata.

Beberapa fungsi hormon auksin pada tumbuhan adalah sebagai:

  • Merangsang pertumbuhan dan perpanjangan/elongasi sel-sel tumbuhan
  • Merangsang pembentukan akar lateral (cabang-cabang akar)
  • Berperan dalam gerak fototropisme dan geotropisme
  • Meiliki peran dalam aktivitas kambium
  • Mencegah kerontokan daun, bunga, dan buah
  • Merangsang pembentukan bunga dan buah
  • Merangsang pemanjangan titik buah
  • Mempengaruhi pembengkokan batang
  • Merangsang terjadinya proses diferensiasi

Baca Juga: 3 Tahapan Oogenesis pada Pembentukan Sel Telur (Ovum) Wanita

2. Sitokinin (Kinetin)

Sintetis hormon sitokinin terletak pada bagian akar tumbuhan yang kemudian ditransportasikan ke organ lain. Keberadaan hormon sitokinin terletak pada bagian tumbuhan yang aktif membelah seperti jaringan meristem dan kambium. Hormon sitokinin juga dapat ditemukan pada santan kelapa.

Fungsi utama sitokonin diketahui dalam pembelahan sel tumbuhan atau sitokinesis. Aktivitas hormon sitokonin memiliki hubungan yang erat dengan hormon auksin. Jika tidak terdapat hormon auksin maka hormon sitokonin tidak mampu melakukan pembelahan sel dengan cepat. Hormon auksin dapat melunakkan dinding sel yang dapat membantu proses pembelahan sel.

Dalam proses kultur jaringan, keberadaan hormon auksin dan sitokinin sangat dibutuhkan.

Selain dikenal memiliki fungsi utama dalam peran pembelahan sel, hormon sitokinin juga memiliki peran lain. Beberapa fungsi hormon sitokinin diberikan seperti daftar berikut.

Fungsi hormon sitokinin:

  • Merangsang pembelahan sel, pertumbuhan, perkecambahan, dan perbungaan
  • Mempengaruhi proses pembelahan sel berlangsung dengan cepat
  • Memengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar
  • Menunda penuaan sel
  • Memperlambat terjadinya pengguguran daun, bunga dan buah pada tumbuhan karena terjadi peningkatan transport makanan
  • Memperkecil dominansi apikal

3. Giberelin

Hormoh giberelin dihasilkan dan dapat ditemukan pada embrio, meristem apikal tunas, akar, dan daun muda. Giberelin memiliki fungsi yang hampir sama dengan hormon auksin, akan tetapi dengan letak yang berbeda.

Fungsi hormon giberelin diketahui memiliki peran dalam pembungaan dam pematangan buah. Hormon ini juga berpengaruh terhadap partenokarpi yaotu pembentukan buah tanpa pembuahan. Kombinasi dengan hormon auksin dan giberelin dapat memberikan pertumbuhan normal bagi tumbuhan yang kerdil

Fungsi hormon giberelin:

  • Mendorong perkembangan biji, kuncup, pembungaan, dan buah
  • Berperan dalam pemanjangan batang dan pertumbuhan daun
  • Memengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar

Baca Juga: Berbagai Macam Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Hipofisis (Master of Gland)

4. Asam Absisat (ABA)

Keberadaan hormon asam absisat dapat ditemukan pada kuncup serta daun-daun tumbuhan. Cara kerja asam absisat berfungsi antagonis atau berkebalikan dengan hormon sitokinin, auksin, dan giberelin.

Fungsi utama dari asam absisat adalah menghambat pertumbuhan saat kondisi buruk. Cara tersebut merupakan bentuk adaptasi tumbuhan agar dapat tetap hidup. Hormon asam absisat juga yang menyebabkan biji tumbuhan mengalami masa dormansi karena kurang konsentrasi air.

Masa dormansi adalah masa tidur atau kondisi dorman dimana biji/tumbuhan tidak mengalami pertumbuhan/perkecambahan.

Beberapa fungsi hormon asam absisat:

  • Menghambat pertumbuhan
  • Merangsang penutupan stomata pada saat kekurangan air
  • Mempertahankan masa dormansi
  • Menghambat pembelahan sel dan pembesaran sel
  • Membantu peluruhan atau gugurnya daun pada musim kering

5. Gas Etilen

Keberadaan hormon etilen berada pada jaringan buah matang, nodus/buku batang, dan daun yang sudah tua. Senyawa etilen pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga hormon ini dikenal juga dengan gas etilen

Fungsi utama gas etilen diketahui untuk proses pematangan buah. Selain itu, gas etilen adalah hormon yang membuat pertumbhan batang menjadi tebal dan kokoh. Dengan batang yang tebal dan kokoh akan membuat tumbuhan dapat menahan pengaruh angin.

Hormon ini adalah hormon yang berperan untuk mendorong terjadinya pematangan buah.

Fungsi hormon etilen:

  • Mempercepat dalam pematangan buah
  • Mengurangi efek auksin
  • Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal dan kuat
  • Menghambat pertumbuhan/perkembangan akar, daun, dan bunga
  • Memacu hormon lain dalam menimbulkan reaksi tertentu
  • Pembentukan akar adventif

Baca Juga: Kelenjar dalam Sistem Endokrin Manusia

6. Asam Traumalin

Tumbuah memiliki kemampuan untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak. Kemampuan tumbuhan tersebut dikenal dengan sebutan daya restitusi atau daya regenerasi. Kemampuan tumbuhan ini disebabkan karena tumbuhan memiliki hormon asam traumalin.

Asam traumalin adalah hormon yang berfungsi unutk merangsang pembelahan sel-sel di bagian jaringan tumbuhan yang mengalami kerusakan. Sehingga, bagian tumbuhan yang terluka akan tertutup dengan jaringan yang baru. Keberadaan hormon asam traumalin terdapat pada tumbuhan dikotil yang terbuka/rusak.

7. Hormon Kalin

Kalin merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ tumbuhan (organogenesis). Fungsi utama dari hormon kalin terdapat pada proses pembentukan/pertumbuhan organ tumbuhan.

Ada empat macam hormon kalin berdasarkan letak atau daerah yang dipengaruhi oleh hormon tersebut. Keemapat hormon tersebut adalah rhizokalin, kaulokalin, filokalin, dan antokalin.

Fungsi hormon kalin:

  • Rhizokalin: berperan dalam pembentukan akar
  • Kaulokalin: berperan dalam pembentukan batang
  • Filokalin: berperan dalam pembentukan daun
  • Antokalin: berperan dalam pembentukan bunga

Demikianlah tadi ulasan 7 macam hormon pada tumbuhan yang meliputi hormon auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, gas etilen, asam traumalin, dan kalin. Secara ringkas letak dan fungsi dari 7 macam hormon pada tumbuhan diberikan seperti tabel berikut.

Hormon pada Tumbuhan

Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Persilangan Golongan Darah A-B-O-AB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.