Gerhana Matahari: Total, Sebagian, dan Cincin

By | July 21, 2020

Pengertian umum dari gerhana adalah fenomena alam berupa benda langit yang masuk ke dalam bayangan benda langit lainnya. Peristiwa alam ini pada umumnya tidak menimbulkan bahaya yang memberi dampak kerusakan berat. Namun, bisa jadi beberapa kegiatan bisa terganggu karena fenomena alam ini. Contoh peristiwa gerhana yang bisa disaksikan dari bumi adalah gerhana matahari dan gerhana bulan.

Perbedaan dari dua jenis gerhana ini terletak pada posisi bumi, bulan, dan matahari dalam satu garis lurus. Akibatnya bayangan benda langit yang satu masuk ke bayangan benda langit lainnya. Misalnya pada peristiwa gerhana matahari, posisi bulan berada diantara bumi dan matahari dalam satu garis lurus. Posisi bulan yang seperti ini akan menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari ke bumi. Akibatnya, pada daerah bumi tertentu akan menjadi gelap karena bayangan bulan.

Peristiwa gerhana matahari dapat diamati dalam tiga kondisi. Tiga kondisi tersebut menjadi dasar pengelompokkan jenis – jenis gerhana matahari. Ketiga jenis gerhana matahari tersebut meliputi gerhana matahari total, sebagian, dan cincin. Apakah perbedaan dari ketiga jenis gerhana matahari tersebut? Kapan waktu terjadi gerhana matahari sebagian? Kapan waktu terjadi gerhana matahari total? Kapan waktu terjadi gerhana matahari cincin? Cari tahu jawabannya melalui ulsan di bawah.

Gerhana Matahari Total dan Sebagian

Gerhana matahari terjadi saat posisi bulan berada diantara bumi dan matahari dalam satu garis lurus. Karenanya, bulan akan menghalangi sebagian atau seluruh sinar matahari ke bumi. Posisi bulan yang demikian bisa membuat bayangan bulan menutupi sejumlah wilayah di bumi.

Bayangan bulan yang nampak dari bumi dapat terlihat sebagian atau keseluruhan. Daerah yang tertutup seluruhnya oleh bayangan bulan disebut umbra (bayangan inti). Daerah yang hanya tertutup sebagian oleh bayangan bulan disebut penumbra.

Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Sebagian

Dua daerah yang tertutup bayangan bulan untuk dua cara berbada ini menjadikan gerhana matahari dibedakan menjadi dua. Dua jenis gerhana matahari tersebut adalah gerhana matahari total dan sebagian.

  • Gerhana matahari total adalah gerhana yang terjadi pada daerah – daerah  yang berada pada umbra/bayangan inti bulan. Cahaya matahari pada daerah yang mengalami gerhana matahari total akan tidak tampak sama sekali.
  • Gerhana matahari sebagian adalah gerhana yang terjadi pada daerah – daerah yang berada pada penumbra bulan (bayangan kabur). Cahaya matahari sehingga matahari kelihatan sebagian.

Baca Juga: Planet dalam Susunan Tata Surya Beserta Satelit yang Mengitarinya

Peristiwa gerhana ini biasanya berlangsung dalam hitungan menit, setelah itu kondisi akan kembali normal.

Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari ukuran matahari, namun bulan mampu menutupi seluruh permukaan matahari. Hal ini dikarenakan jarak bulan lebih dekat ke bumi dari pada jarak matahari ke bumi. Jarak rata – rata bulan ke bumi adalah 384.400 kilometer. Sedangkan jarak jarak rata – rata matahari ke bumi adalah 149.680.000 kilometer.

Objek dengan jarak lebih dekat akan terlihat lebih besar dari pada objek besar dengan jarak yang sangat jauh. Alasan ini menjadi jawaban dari mengapa bulan (seakan – akan) mampu menutupi seluruh permukaan matahari.

Baca Juga: 8 Bukti Bahwa Bumi Bulat, Salah Satunya Dapat Terbukti Melalui Peristiwa Gerhana

Gerhana Matahari Cincin

Peristiwa gerhana cincin sebenarnya sama dengan gerhana matahari total. Namun ada tambahan kondisi lain yang membuat terjadinya peristiwa gerhana matahari cincin. Kondisi ini terjadi ketika bulan tidak cukup besar menutupi seluruh permukaan matahari. Sehingga, matahari tampak seperti cincin cahaya di sekeliling bulan.

Daerah yang mengalami gerhana matahari cincin berada pada wilayah yang berada pada antumbra bulan (bayangan hasil perpanjangan dari umbra).

Gerhana Matahari Cincin

Bulan menglilingi bumi dalam lintasan berbentuk elips/oval. Posisi bulan yang terdekat jaraknya dengan bumi disebut perigee/apsis. Sedangkan posisi di mana bulan berada pada titik terjauh dari bumi disebut apogee.

Saat posisi bulan berada pada titik terjauh akan terlihat lebih kecil dan jauh dari biasanya. Pada posisi bulan berada pada titik terjauh dan terjadi gerhana matahari total, bulan tidak mampu menutupi seluruh permukaan matahari. Akibatnya, dari bumi akan terlihat cincin cahaya yang mengelilingi bulan.

Kesimpulan: gerhana matahari cincin terjadi apabila bulan terletak segaris di antara matahari dan bumi pada saat bulan berada pada titik terjauh. Darah yang mengalami gerhana matahari cincin terjadi pada wilayah yang terkena lanjutan umbra (antumbra).

Demikianlah tadi ulasan materi mengenai gerhana matahari yang meliputi tiga jenis. Ketiga jenis gerhana matahari tersebut adalah gerhana matahari total, sebagian, dan cincin. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Sistem Penanggalan Masehi dan Hijriah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.