Contoh Penggunaan 3 Bentuk Konfiks dan Maknanya

Konfiks adalah imbuhan pada kata dasar berupa awalan dan akhiran yang melekat secara bersamaan. Imbuhan yang melekat pada kata untuk konfiks tidak secara bertahap atau tidak satu demi satu, melaikan sekaligus. Contoh konfiks adalah pelabuhan, kepanasan, berhamburan, dan lain sebagainya. Ada tiga bentuk konfiks yang melekat pada suatu kata yaitu konfiks peran atau pengan, kean, dan beran.

Imbuhan adalah bentuk bahasa yang terkecil yang mempunyai arti dan selalu diimbuhkan atau digabungkan pada kata dasar primer. Kata dasar primer adalah kata dasar berupa kata asal atau morfem dasar yang di pakai sebagai kata dasar pertama dalam pembentukan kata jadian.

Pemberian imbuhan (afiksasi) pada suatu kata dasar primer dapat merubah bunyi, menghasilkan makna gramatikal, serta mengubah fungsi kata.

Penggunaan konfiks dapat memberikan makna yang berbeda-beda bergantung dari kata dasar yang melekat. Apa saja tiga bentuk konfiks yang digunakan dalam ejaan Bahasa Indonesia? Bagaimana fungsi dari setip bentuk konfiks? Bagaimana makna penggunaan bentuk konfiks yang melekat pada suatu kata dasar? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Trik Cepat! Cara Menentukan Ide Pokok Bacaan +Contohnya

1) Imbuhan Konfiks per‒an atau peng‒an

Awalan per atau peng dan akhiran ‒an dapat melekat bersamaan pada suatu kata dasar. Fungsi konfiks peran atau pengan akan membentuk kata benda. Sebagi contoh, kata dasar main merupakan kata kerja, setelah mendatkan konfiks peran akan menjadi permainan yang merupakan kata benda.

Bentuk Konfiks per-an

Makna dari kata permainan menyatakan hasil perbuatan. Makna dari kata tersebut terdapat juga pada kata dengan konfiks seperti pengaduan. Di mana maka pengaduan juga memiliki makna hasil perbuatan.

Selain memiliki makna untuk menyatakan hasil perbuatan, makna konfiks per‒an atau peng‒an dapat digunakan untuk menyatakan tempat dan peristiwa. Tiga makna konfiks per‒an atau peng‒an beserta beberapa contoh bentuk konfiks per‒an yang melekat pada dasar menjadi kata-kata berikut.

  • Menyatakan hasil perbuatan
    Contoh: pemalsuan, permainan, pengaduan, penahanan, penghitungan 
  • Menyatakan tempat 
    Contoh: perhentian, pelabuhan, pengadilan, pemakaman 
  • Menyatakan peristiwa/proses/hal perbuatan 
    Contoh: pengajaran, pencarian, pengaturan, pendidikan

Baca Juga: Kalimat Denotasi dan Konotasi

2) Bentuk Konfiks ke‒an

Fungsi konfiks ke‒an secara umum adalah membentuk kata benda, tetapi dalam jumlah terbatas. Selain itu, konfiks ke‒an juga dapat berfungsi untuk membentuk kata kerja (pasif) dan kata sifat/keadaan.

Misalnya pada kata dasar tidur yang melekat pada konfiks ke‒an menjadi ketiduran. Tidur adalah kata kerja, sementara ketiduran adalah kata benda. Di mana makna ketiduran merupakan kata untuk menyatakan perbuatan yang dilakukan secara tidak sengaja.

Selain makna untuk menyatakan perbuatan yang dilakukan secara tidak sengaja, konfiks  ke‒an memiliki makna lain. Beberapa makna kata dengan konfiks ke‒an lainnya dapat untuk menyatkan terlalu, tempat/daerah, dan hal yang disebut dalam kata dasar. Selain itu konfiks ke‒an dapat juga memiliki makna terkena/menderita sesuatu hal dan mengandung sedikit sifat yang disebut dalam kata dasar.

Beberapa makna kondisi

  • Perbuatan yang dilakukan secara tidak sengaja.
    Contoh: kelupaan, ketiduran, kemasukan, keguguran, kejatuhan 
  • Menyatakan terlalu
    Contoh: kebesaran, kekecilan, kegemukan, kekurusan, kemahalan, kematangan
  • Menyatakn tempat/daerah/wilayah
    Contoh: kerajaan, kecamatan, kedutaan, kelurahan, kementrian, kesultanan
  • Menyatakan hal yang disebut dalam kata dasar
    Contoh: kewajiban, kebersihan, kenyataan, ketuhanan, kesatuan, keindahan
  • Terkena/menderita sesuatu hal 
    Contoh: kehujanan, kepanasan, kedinginan, kekurangan, kesakitan, kelaparan, kehausan 
  • Mengandung sedikit sifat yang disebut dalam kata dasar (agak atau menyerupai) 
    Contoh: kekanak-kanakan, kemerah-merahan, kekuning-kuningan, kebarat-baratan, kejawa-jawaan

Baca Juga: Penggunaan Huruf Miring yang Benar Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia

3) Bentuk Konfiks ber‒an

Awalan ber dan akhiran an yang melekar pada suatu kata dapat berfungsi membentuk kata kerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa bentuk konfiks ber‒an memiliki fungsi sebagai pembentuk kata kerja.

Misalnya pada kata dasar kilau yang melekat pada konfiks ber‒an menjadi berkilau-kilauan. Di mana kilau merupakam kata benda, sementara berkilau-kilauan adalah kata kerja. Makna berkilau-kilauan menyatakan perbuatan yang dilakukan secara timbal balik.

Ada dua makna konfiks  beran yang melekat pada suatu kata yaitu menyatakan saling dan perbuatan yang terjadi berulang-ulang. Contoh beberapa kata dengan konfiks beran berdasark dua makna tersebut terdapat pada kata-kata berikut.

  • Menyatakan saling atau perbuatan yang dilakukan secara timbal balik (resiprok) 
    Contoh: berkilauan-kilauan, berkirim-kiriman, berkenalan, bersalam-salaman, berpelukan, bertangis-tangisan, berkejar-kejaran, berebut-rebutan
  • Menyatakan perbuatan yang terjadi berulang-ulang (repetitif), tetap berlangsung, atau pelakunya banyak
    Contoh: bertaburan, berhamburan, berkeliaran, bercucuran, berdatangan

Demikianlah tadi ulasan imbuhan konfiks yang terdiri dari 3 bentuk yaitu konfiks per-an (peng-an), ke-an, dan ber-an. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Contoh Kesalahan Penulisan Surat Resmi Sesuai Ejaan dan Bentuk Perbaikannya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Exit mobile version