Penggunaan Si dan Sang Sesuai PUEBI

Si dan Sang merupakan kata sandang yaitu kata yang tidak memiliki arti namun memiliki fungsi sebagai pembentuk kata benda (nomina). Penggunaan si dan sang sebagai kata sandang perlu mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasan Indonesia (PUEBI). Penggunaan si dan sang akan membuat frasa menjad kata benda, misalnya kata rajin (kata sifat) menjadi si rajin (kata benda).

Kata yang mengikuti kata sandang si dan sang dapat menunjuk pada tokoh/orang, binatang, atau sifat. Kata sandang si dikenal memiliki pemahaman lebih bersifat seimbang dan sama rata. Penggunaan kata sandang si biasanya dipakai untuk menyatakan ejekan, keakraban, atau personifikasi.

Untuk kata sandang sang memiliki kesan kedudukan atau derajat yang lebih tinggi. Penggunaan kata sandang sang biasanya dipakai untuk meninggikan harkat atau memberi rasa hormat.

Makna dari penggunaan si dan sang dapat dapat memberi kesan lain bergantung kata benda yang mengikutinya.

Kata Sandang Si dan Sang

Apa saja aturan pada penggunaan si dan sang sesuai PEUBI? Bagaimana contoh penggunaan si dan sang pada sebuah kalimat? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Hikayat

Aturan Penggunaan Si dan Sang Sebagai Kata Sandang Sesuai PEUBI

Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam penulisan kata sandang. Pertama, penulisan kata sandang si dan sang dipisah dengan kata benda yang mengikutinya. Kedua, jika kata sandang sang merupakan unsur nama Tuhan maka awal kata perlu ditulis besar/kapital.

Selanjutnya ketiga, huruf pertama dari kata benda setelah kata sandang si dan sang ditulis kapital/besar jika menyebut nama tokoh.

Aturan Penulisan atau Penggunaan Si dan Sang Sesuai PUEBI

Berikut ini adalah beberapa contoh dan cara penulisan kata sandang si dan sang sesuai PUEBI.

Kata si dan sang ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

  • Si rajin selalu mendapatkan peringkat pertama di kelas.
  • Sekolah memberikan hukuman kepada si nakal.
  • Adik memberikan hadiah kecil kepada sang kakak.

Kata sang harus ditulis dalam huruf kapital apabila diikuti dengan kata yang merupakan unsur nama Tuhan. Berikut ini contoh penggunaannya:

  • Ibadah adalah salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.
  • Pura itu dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa.

Kata yang mengikutinya harus ditulis dalam huruf kapital apabila berupa nama julukan, nama orang, atau tokoh dalam cerita.

  • Kerbau berterimakasih pada sang Kancil.
  • Ibu tiri si Bawang Putih selalu berlaku kasar setiap hari.
  • Si Dungu berhasil menyelamatkan teman kecilnya dari bahaya.

Baca Juga: 7 Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen)

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Penggunaan Si dan Sang Sesuai PEUBI

Contoh Penggunaan Si dan Sang

Penggunaan huruf kapital tersebut tidak tepat karena …
A. kata sandang “si” seharusnya menggunakan huruf kapital
B. kata “raja” seharusnya menggunakan huruf kecil
C. kata “biantang” seharusnya menggunakan huruf kapital
D. kata “binatang buas” seharusnya menggunakan huruf kapital

Pembahasan:
Penulisan kata sandang si ditulis dengan huruf kecil dan diikuti kata benda yang ditulis secara terpisah. Contoh penulisan kata sandang si sesuai PUEBI adalah si miskin, si kaya, atau si rajin.

Jika kata benda yang mengikuti kata sandang si merupakan nama tokoh (dalam cerita) maka ditulis dengan huruf besar. Contohnya adalah si Kemuning, si Bawang Merah, dan lain sebagainya.

Jadi, penggunaan huruf kapital tersebut tidak tepat karena kata “raja” seharusnya menggunakan huruf kecil.

Jawaban: B

Contoh 2 – Soal Penggunaan Si dan Sang Sesuai PUEBI

Perhatikan bacaan berikut!

Nono, (1)Si Anak Rembulan, berangkat sendiri berlibur ke Wlingi, tempat tinggal Mbah Sastro. Ia selalu suka liburan di sana dan bermandi-mandi di Sungai Lekso yang menyegarkan bersama (2)si Jaka. Tak jarang juga (3)Si Nono membantu (4)Sang Mbah Mas yang punya warung makan di Stasiun Wlingi.

Penulisan kata sandang pada kata bercetak miring tersebut yang benar dengan nomor ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

Pembahasan:
Kata sandang si dan sang ditulis terpisah dengan kata benda yang mengikutinya. Kedua kata sandang tersebut selalui ditulis dengan huruf kecil jika terletak di tengah kalimat, kecuali saat bersana dengan nama Tuhan.

Pada bacaan yang diberikan pada soal, tiga kata sandang ditulis dengan huruf kapital/besar dan satu dengan huruf kecil. Penulisan kata sandang yang bernar terdapat pada satu kata sandang yang ditulis kecil yaitu si Jaka.

Jadi, penulisan kata sandang pada kata bercetak miring tersebut yang benar dengan nomor 2.

Jawaban: B

Contoh 3 – Soal Penggunaan Si dan Sang Sesuai PUEBI

Penggunaan kata sandang si dan sang termasuk dalam ciri ….
A. diksi
B. kebahasaan
C. kata kerja
D. kata keterangan

Pembahasan:
Kata sandang si dan sang umumnya digunakan pada cerita rakyat seperti fabel atau hikayat. Contoh penggunaannya seperti pada si Kancil, sang Raja, dan lain sebagainya. Di mana cerita-cerita tersebut memiliki karakteristik kebahasaan. Jadi, penggunaan kata sandang si dan sang termasuk dalam ciri kebahasaan.

Jawaban: B

Demikianlah tadi ulasan penulisan beserta penggunaan si dan sang sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Cara dan Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *