Aneka Motif Batik Indonesia dan Maknanya

By | September 16, 2021

Batik adalah salah satu warisan budaya berupa gambar berpola dengan suatu motif tertentu. Ada banyak ragam motif batik Indonesia yang berasal dari berbagai daerah. Setiap daerah memiliki karakteristik gambar motif batik yang berberda. Keragaman motif batik ini menjadi warisan kekayaan budaya bagi nusantara.

Asal kata batik merupakan rangkaian kata mbat dan tik. Di mana, kata mbat dalam Bahasa Jawa berarti ngembat yaitu melempar berkali-kali dan tik berasal dari kata titik. Jadi, membatik artinya melempar titik berkali-kali pada suatu media. Media yang digunakan dalam membatik biasanya adalah kain yang digunakan sebagai pakaian. Namun motif batik juga dapat ditemukan pada media lain seperti patung dan aneka kerajinan kayu.

Aneka Macam Media untuk Membatik

Berdasarkan akar budayanya, motif batik dikelompokkan menjadi dua yaitu budaya Keraton Jawa dan bebas/mandiri.

Batik yang berakar dari Budaya Keraton merupakan motif batik yang dikenal dengan istilah batik Solo-Yogya atau batik klasik. Motif pada batik klasik mengandung banyak simbol. Selain itu ada pembatasan dalam corak dan penggunaannya. Ada jenis motif batik yang hanya boleh dikenakan oleh raja, misalnya kain dengan motif parang rusak barong dan parang.

Sedangkan batik dengan motif bebas berkembang di luar aturan atau tradisi keraton. Tidak ada ketentuan khusus dalam pembuatan motif dan pemilihan warna pada batik bebas/mandiri. Sehingga, corak atau warna batik bebas/mandiri sangat bervariasi. Batik motif bebas banyak dibuat di daerah Pesisir Utara Jawa dan daerah pembatikan di luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Madura, dan Papua.

Beberapa ragam motif batik Indonesia dan filosfinya diapat dilihat seperti pada gambar-gambar di bawah.

1. Motif Batik Indonesia Berpola Kawung

Ciri khas dari motif Kawung adalah berpola bulatan mirip buah Kawung yang ditata rapi secara geometris. Buah Kawung merupakan sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling. Biasanya motif-motif batik Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu. Aneka macam motif kawaung antara lain Kawung Beton, Picis, Prabu, Brendi, dan lain sebagainya.

Motif Batik Indonesia Berpola Kawung

Kawung memiliki makna kosong, yang menyimbolkan jiwa dan pikieran tidak berpihak dan pengendalian diri. Simbol lain dari motif kawung juga berarti kesempurnaan dan keteraturan.

Baca Juga: Keunikan Gerak Tari Tradisional dari Indonesia

2. Motif Batik Indonesia Berpola Parang

Arti kata parang dalam Bahasa Jawa merupakan nama senjata tajam dari besi (seperti pisau besar). Kata Parang juga dapat diartikan dari asal pereng/lereng yang berarti tebing. Sebagaimana nama tersebut merepresentasikan bentuk garis diagonal yang terdapat pada motif batik tersebut.

Bidang Parang dapat dibuat macam-macam garis Parang sehinga terdapat beberapa macam motif batik parang. Setip motif memiliki suatu makna, namun secara umum memiliki makna yang berhubungan kekuasaan. Sehingga motif batik jenis ini dulunya hanya dapat dipakai oleh raja atau bangsawan.

Ada beberapa motif parang seperti parang rusak, rusak barong, klitik, kusumo, tuding, curigo, centung, dan pamor.

Berbagai Macam Motif Batik Parang di Indonesia

3. Batik Sidomukti

Sido adalah kata dari Bahasa Jawa yang artinya benar-benar terjadi atau terkabul keinginannya. Mukti juga berasal dari Bahasa Jawa yang berarti kebahagiaan, berkuasa, disegani, tidak kekurangan sesuatu. Sidamukti memiliki makna yang mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

Motif Batik Sidomukti

Biasanya, kain dengan motif batik sidomukti digunakan dalam upacara perkawinan. Unsur motif yang tekandung didalamnya adalah gurda/garuda yaitu dua buah sayap (lar) dan di tengahnya terdapat badan dan ekor.

4. Batik Sidomulyo

Sido berati jadi atau terus menerus dan mulyo berarti hidup mulia, luhur, baik atau berkecukupan. Motif batik sidomulyo mempunyai makna agar kedua mempelai hidup bahagia, sejahtera dan mulia. Motif batik sidomulyo juga sering digunakan pada sepasang mempelai pada upacara perkawinan adat di Solo atau Surakarta.

Motif Batik Sidomulyo

Baca Juga: Komunitas Adat Samin

5. Batik Sidoasih

Motif batik sidoasih merupakan pola semen (dari asalah kata semi/bersemi) yang diwakili oleh muatan gambar tanaman atau gunung.Tanaman merupakan lambang persemaian, sedangkan gunung melambangkan tempat tanaman saling tumbuh. Dalam motof batik sidoasih terdapat detail ornamen-ornamen seperti dedaunan, tangkai tanaman, bunga, atau kuncup bunga.

Makna dari motif batik sidoasih adalah agar pemakainya disenangi banyak orang. Sebagaimana kata asih yang memiliki makna sayang. Sehingga motif batik sidoasih dikenal sebagai lambang/simbol kasih sayang.

Motif Batik Sidoasih

Batik sidoasih merupakan salah satu jenis batik keraton, baik keraton Yogyakarta atau Surakarta. Dalam adat Jawa, batik Sidoasih biasanya digunakan dalam acara-acara perkawinan dengan harapan kehidupan barunya dengan lebih romantis, semakin penuh cinta dan kasih sayang.

6. Batik Tambal Kanoman

Kata tambal merupakan kata Bahasa Jawa yang artinya menambal atau menutup lubang/kerusakan. Motif batik tambal memiliki arti tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak. Tambal Kanoman menjadi pengharapan agar sesuatu yang kurang bisa terlengkapi, bisa ditambal, ditambahi.

Asal batik motif tambal kanoman adalah Ngayogyakarta Hadiningrat. Motif batik tambal kanoman berguna untuk dipakai oleh golongan muda. Pakaian dengan motif tambal kanoman menyimbolkan pemakai pakain dapat terlihat pantas/luwes dan banyak rejeki.

Batik Tambal Kanoman

7. Motif Batik Indonesia Berpola Grompol

Grompol merupakan kata dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti berkumpul/bersatu. Memakai Batik jenis ini diharapkan berkumpulnya segala sesuatu yang baik-baik seperti rizky, keturunan, serta kebahagiaan hidup. Dalam adat Jawa, kain dengan motif batik grompol digunakan oleh ibu dari mempelai putri pada saat siraman (salah satu rangkaian pernikahan dalam adat Jawa).

Motif Batik Indonesia Berpola Grompol

Baca Juga: Senjata Tradisional dari Aceh

8. Batik Truntum

Motif batik truntum mempunyai tatanan yang tampak seperti jajaran bintang yang bersinar di malam hari. Kain dengan motif batik truntum biasanya dipergunakan oleh orang tua pengantin dalam upacara pernikahan adat jawa. Truntum berarti menuntun, sehingga memiliki simbol diharapkan si pemakai (orang tua) mampu memberikan petunjuk dan contoh kepada putra-putrinya dalam memasuki kehidupan baru berumah tangga.

Motif Batik Indonesia Berpola Truntum

9. Motif Batik Batik Pola Sekar Jagad

Pola gambar pada batik sekar jagad seperti sebuah hamparan peta. Di mana pola tersebut sesuai dengan nama batik yang diambil dari kata kar (peta) dan jagad (dunia).

Motif Sekar Jagad adalah salah satu motif batik khas Indonesia. Pola motif batik sekar jagad mengandung makna kecantikan dan keindahan yang dapat membuat orang lain yang melihat akan terpesona.

Batik Sekar Jagad

10. Batik Pringgondani

Motif batik Pringgondani biasanya memiliki warna gelap seperti biru-nila (indigo) dan soga/cokelat. Pola motif batik Pringgondani berupa suluran-suluran kecil yang diselingi dengan naga.

Kata Pringgondani diambil dari sebuah tempat asal Gatotkaca putera dari  Werkudara (Bima) dan Dewi Arimbi. Sebagaimana sering disebutkan kalimat Gatotkaca satriyo ing Pringgodani yang artinya Gatotkaca super hero di Pringgodani. Gatotkaca merupakan super hero asli Indonesia yang merupakan tokoh pewayangan dari kisah epik Mahabharata. Gatotkaca terkenal dengan julukan otot kawat balung wesi (otot kawat tulang besi).

Batik Pringgondani

Suatu tempat menjadi bermakna jika ditempati oleh seseorag yang mulia. Begitu juga Pringgondani yang menjadi mulia karena di tinggali Gatotkaca. Dengan menggambil nama dari tempat yang mulia, kain dengan motif batik pringgondani dapat menjadi harapan akan suatu kemuliaan.

11. Motif Batik Indonesia Pola Mega Mendung

Bentuk pola atau motif batik mega mendung berupa awan bergumpal-gumpal yang membentuk bingkai pada gambar utama. Motif batik mega mendung adalah salah satu motif batik yang terkenal dari Cirebon. Pengaruh keraton-keraton di Cirebon disebut memberikan pengaruh pada pola motif batik mega mendung. Bentuk awan yang luas dan mendung menjadi simbol bahwa Keraton Cirebon memiliki kewajiban mengayomi dan melindungi rakyatnya.

Nama mega mendung merujuk pada kondis langit yang akan turun hujan.

Motif Batik Mega Mendung

Mega (langit) tujuh lapisan artinya langit mempunyai tujuh lapisan awan. Mendung adalah awan gelap yang mengandung air hujan yang membawa penghidupan. Warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan. Garis lergkung yang beraturan pada motif batik mega mendung membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu berubah (naik dan turun).

Demikianlah tadi ragam gambar motif batik Indonesia yang memiliki aneka motif/pola dan makna. Terimakasih sudah mengunjungi idshcool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: 5 Keunikan Rumah Adat dari Yogyakarta – Joglo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.