8 Bukti Bahwa Bumi Bulat

By | May 4, 2020

Bumi merupakan satu – satunya planet yang sudah terbukti dapat dihuni oleh makhluk hidup. Bentuk bumi adalah bulat dengan kedua kutubnya yang pepat/rata. Aristoteles adalah tokoh pertama yang menyampaikan gagasannya bahwa Bumi adalah bulat. Dia menyampaikan bahwa gagasan bahwa bumi bulat ini pada sekitar 330 tahun sebelum masehi. Dalam perjalanan waktu, kontroversi bentuk bumi muncul. Apakah bumi berbentuk bulat atau datar? Kemudian, teori bahwa bumi berbentuk bulat disampaikan kembali oleh Pythagoras, seorang filsuf Yunani, pada abad ke 6 – 5 Sebelum Masehi. Meskipun kebanyakan masyarakat pada waktu itu meyakini model Bumi datar. Kontroversi bentuk bumi masih menjadi perdebatan, bahkan sampai saat ini. Namun, beberapa alasan lebih kuat menunjukkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Apa saja itu? Simak 8 bukti bahwa bumi bulat pada ulasan di bawah.

1. Bayangan Bumi Berupa Lengkungan Saat Gerhana Bulan

Gerhana terjadi karena adanya bulan dan bumi yang melakukan rotasi dan revolusi. Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek yang disebabkan adanya benda/objek yang melintas di depannya. Ada dua jenis gerhana yang umum dikenal masyarakat yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.

Gerhana matahari terjadi saat bulan terletak di antara bumi dan matahari. Posisi ini dapat mengakibatkan sinar matahari ke bumi terhalang oleh bulan. Akibatnya, beberapa wilayah di bumi yang mengalami gerhana matahari menjadi gelap pada siang hari.

Sedangkan gerhana bulan terjadi saat posisi bumi terletak antara bulan dan matahari. Kondisi ini dapat menyebabkan bayangan bumi dapat terlihat pada permukaan bulan. Peristiwa ini juga dapat menjadi salah satu bukti bahwa bentuk bumi adalah bulat. Pada saat terjadi gerhana bulan, terdapat bayangan bumi yang jatuh pada bulan berbentuk lengkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa bentuk bumi berupa adalah bulat.

Andaikan teori bumi datar itu benar maka peristiwa gerhana menjadi sulit dipahami.

Bukti bahwa Bumi Bulat Melalui Bayangan Bumi saat Terjadi Gerhana Bulan

Baca Juga: Planet – Planet dan Nama Satelitnya

2. Kapal Berlayar yang Mula – Mula Terlihat Ujung Atasnya

Perhatikan sebuah kapal yang sedang berlayar dari laut dan mendakat ke arah pelabuhan. Bagian kapal yang pertama kali terlihat adalah tiang kapal (atau bagian paling tinggi dari kapal). Setelah mendekat, perlahan semua bagian kapal mulai terlihat dari atas sampai bawah.

Kondisi sebaliknya juga terjadi saat kapal berlayar dari pelabuhan menuju laut. Kapal yang menjauh dari pelabuhan perlahan terlihat mengecil, hanya ujung tiangnya yang terlihat, dan akhirnya menghilang.

Saat kapal berlayar menjauh dari dermaga, lambung kapal akan menghilang ditelan cakrawala lebih dulu dibandingkan dengan tiang kapal. Hal sebaliknya berlaku saat kapal datang dari lautan, tiang kapal terlihat lebih dulu dibandingkan dengan lambung kapal. Kondisi ini terjadi karena adanya lengkungan semu Bumi atau yang sering disebut dengan horison (cakrawala).

Pada peristiwa tersebut, kapal seolah – olah menghilang di tengah laut. Namun, sebenarnya kapal tersebut tidak menghilang. Kapal yang menjauhi pelabuhan sedang bergerak menuju ke bagian Bumi yang lainnya. Hal ini tidak akan terjadi jika bentuk bumi datar.

Bukti Bahwa Bumi Bulat

Baca Juga: Perpindahan Panas Secara Konveksi

3. Citra potret Bumi dari Luar Angkasa

Semakin lama, peradaban manusia menjadi semakin maju. Salah satu buah hasil dari majunya peradaban manusia adalah terciptanya banyak teknologi modern dan canggih. Misalnya saja teleskop ruang dan satelit. Adanya teknologi canggih dan modern ini memungkinkan memotret bumi dari luar angkasa. Semakin tinggi suatu tempat maka cakrawala atau lengkungan semu Bumi akan semakin terlihat jelas. Foto – foto yang dihasilkan dari satelit dapat menunjukkan lengkungan Bumi nampak utuh.

Bukti Bahwa Bumi Bulat dari Foto Satelit

Baca Juga: Sebutan Nama Lain Planet – Planet

4. Adanya Perbedaan Rasi Bintang

Garis lintang yang berbeda akan menciptakan perbedaan konstelasi bintang. Konstilasi bintang merupakan sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Konstelasi bintang juga sering disebut dengan rasi bintang. Contoh rasi bintang adalah rasi bintang Biduk dan rasi bintang Crux.

Rasi bintang Biduk merupakan tujuh bintang yang terlihat seperti sendok. Bintang Biduk akan selalu bisa dilihat pada garis lintang 41 derajat utara atau lebih tinggi. Artinya, rasi ini tidak akan terlihat bila posisi pengamat berada di bawah 25 derajat selatan.

Begitu juga dengan rasi bintang Crux yang berada di belahan bumi selatan dan rasi bintang lainnya. Perbedaan rasi bintang ini hanya dapat dijelaskan karena bumi berbentuk bulat. Jika bumi berbentuk piringan, bintang biduk, rasi bintang Crux, dan yang lainnya akan bisa dilihat dari bagian bumi mana pun.

Adanyna Perbedaan Rasi Bintang

Baca Juga: Perbedaan Sistem Penanggalan Masehi dan Hijriah

5. Jarak Pandang yang Terbatas dari Ketinggian

Bukti bahwa bumi bulat yang ini cukup mudah dilakukan oleh siapapun. Pembuktian ini dilakukan dengan mengamati permukaan bumi dari tempat tinggi. Kelengkungan bumi hanya memberikan jarak pandang sejauh lima kilometer ke depan. Bila bumi datar, seharusnya jarak pandang yang bisa dilihat tetap sama berapapun ketinggian Anda.

Jarak Pandang yang Terbatas Menjadi Bukti Bahwa Bumi Bulat

Baca Juga: Letak Astronomis dan Geografis Indonesia

6. Adanya Perbedaan Panjang Bayangan dari Waktu ke Waktu

Cara membuktikan bahwa bumi bulat ini pernah digunakan oleh matematikawan Yunani bernama Eratosthenes untuk memperkirakan keliling bumi. Dia membandingkan bayangan titik balik matahari antara Aswan dan Alexandria yang lebih di utara.

Tepat pada pukul 12 siang, matahari yang berada di atas kepala tak menghasilkan bayangan saat Eratosthenes berada di Aswan. Sebaliknya, bayangan muncul dari tongkat yang dipasang di Alexandria pada jam yang sama. Jika bumi datar, perbedaan panjang bayangan tentunya tak akan terjadi karena posisi matahari relatif akan sama terhadap tanah. Karena bumi berbentuk bulat, posisi matahari pun juga menjadi berbeda.

Bukti Bahwa Bumi BUlat Melalui Perbedaan Bayangan yang Muncul

Baca Juga: Akibat Revolusi dan Rotasi Bumi

7. Tempat yang tinggi Mendapat Sinar Matahari Terlebih Dahulu

Pagi hari matahari terbit dari arah timur, kemudian terus meninggi, dan tenggelam di barat. Sinar matahari yang mulai meninggi pertama – tama akan mengenai bagian pucuk pohon. Atau sinar matahari akan mengenai suatu bangunan tinggi bagian atas. Kondisi ini terjadi jika bumi berbentuk bulat. Yang seharusnya terjadi jika bumi berbentuk datar adalah sinar matahari mengenai semua bagian secara langsung.

Bukti Bahwa Bumi Bulat Melalui Sinar Matahari yang Mengenai Bagian yang Tinggi Terlebih Dahulu

Baca Juga: Planet dalam Tata Surya Beserta Karakteristiknya

8. Pelayaran Tanpa Putar Balik Dapat Kembali ke Titik Semula

Pada zaman dahulu, sebuah perjalanan mengarungi samudera dilakukan untuk mencari jajahan baru. Sebuah perjanjian ditetapkan untuk membagi daerah pelayaran. Akan tetapi, kedua kelompok bertemu pada satu tempat yang sama dengan jalur pelayaran berbeda. Hal ini hanya akan terjadi jika bentuk bumi bulat. Andaikan benar bentuk bumi datar maka tidak akan pernah ada pertemuan dengan dua jalur yang berbeda.

Jika sebuah pelayaran dilakukan terus tanpa berbalik arah maka akan kembali ke tempat semula.

Bukti Bahwa Bumi Bulat

Itulah tadi 8 bukti bahwa bumi itu bulat beserta penjelasan dan alasannya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: 5 Tahapan Daur Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.