Bagian-Bagian Nefron Ginjal dan Fungsinya

Nefron adalah bagian ginjal yang berperan penting dalam proses penyaringan darah dan memprosesnya sehingga terbentuk urine. Bagian-bagian nefron ginjal dapat dibedakan dalam dua komponen besar yaitu komponen vaskuler (pembuluh) dan komponen tubuler (tabung).

Bagian-bagian nefron ginjal yang termasmuk komponen vaskuler meliputi arteriola aferen, arteriola eferen, glomerulus, dan kapiler pertubuler. Sementara komponen tubuler pada bagian-bagian nefron ginjal terdiri dari kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan tubulus kontortus distal, dan duktus/tubulus kolektivus.

Nefron merupakan unit fungsional terkecil dari ginjal berupa saluran yang berada pada bagian ginjal yang disebut korteks (kulit ginjal) dan medula (sumsum ginjal). Ginjal manusia memiliki sekitar 1 juta nefron yang menjalankan fungsinya secara bersamaan. Artinya, proses pembentukan urine tidak hanya terjadi di satu tempat, namun terjadi di setiap nefron yang terdapat pada ginjal.

Sebuah nefron ginjal digambarkan sebagai saluran tubuler dan pembuluh seperti pada ilustrasi gambar berikut.

Gambar Bagian-Bagian Nefron

Ginjal tidak dapat membentuk nefron baru, jika terjadi kerusakan nefron karena trauma ginjal atau penyakit ginjal akan menyebabkan jumlah nefron akan berkurang secara bertahap. Sehingga, penting untuk kita agar selalu menjaga kondisi ginjal agar tetap bekerja dengan normal.

Apa saja proses yang terjadi di setiap bagian-bagian nefron ginjal? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Baca Juga: 3 Bagian pada Struktur Ginjal (Korteks, Medula, dan Pelvis)

Gambar Bagian-Bagian Nefron dan Keterangannya

Ginjal mendapatkan aliran darah dari aorta abdominalis yang bercabang menjadi arteri renalis. Kemudian, darah yang masuk ke ginjal akan mengalami proses pemisahan zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh (termasuk zat-zat beracun). Pemisahan zat-zat yang terjadi pada bagian-bagian nefron ginjal merupakan proses pembentukan urine.

Ada tiga tahapan yang terjadi pada proses pembentukan urine yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi. Gambaran nefron ginjal dan proses pembentukan urine yang terjadi sesuai dengan keterangan berikut.

Struktur atau Bagian-Bagian Nefron Ginjal

Urutan perjalanan darah dalam ginjal:
Arteri renalis → Arteriole aferen → Glomerulus → Arteriole eferen → Kapiler juksta glomerular → Peritubular → Vena renalis

Baca Juga: 3 Bagian pada Struktur Ginjal (Korteks, Medula, dan Pelvis)

Komponen Vaskuler (Pembuluh) pada Bagian-Bagian Nefron

Bagian-bagian nerfron ginjal yang termasuk komponen vaskuler meliputi arteriole afferen, glomerulus, arteriola efferen, dan kapiler pertubiler. Arteriola aferen membawa darah memasuk ke bagian-bagian nefron ginjal melalui glomerulus. Plasma darah yang berada di glomerulus akan disaring yang dikenal dengan proses filtrasi. Sementara darah dari glomerulus dialirkan oleh pembeluh darah yang disebut arteriola efferen.

1) Glomerulus

Glomerulus merupakan kumpulan pembuluh darah halus yang berasal dari nadi ginjal yang berbentuk jalinan kapiler arterial. Fungsi glomerulus adalah sebagai tempat filtrasi, yaitu penyaringan darah yang akan menyaring air, garam, asam amino, glukosa, dan urea. Produk yang dihasilkan dari proses filtrasi di glomerulus adalah urin primer.

2) Arteriole Afferen

Letak arteriole aferen berada dekat dengan badan malphigi yang terhubung ke glomerulus dari arteri renalis. Pada arteriole aferen terdapat sel-sel juksta glomeruler yang merupakan modifikasi otot polos.

Apparatus juksta glomerular pada bagian sel-sel juksta glomelurus mempunyai kemampuan untuk menghasilkan enzim renin. Apparatus juksta glomerulus mempunyai peranan homeostatic yaitu kemampuan mengawasi keseimbangan ion natrium.

3) Arteriole Efferen

Arteriole efferen merupakan ujung lain dari glomerulus. Darah yang telah disaring dari glomerulus kemudian menuju arteriol efferen. Diameter arteriol efferen lebih kecil dari arteriol afferen, hal tersebut dapat meningkatkan tekanan hidrostatik di glomerulus.

4) Kapiler Pertibular

Kapiler peritubular berperan untuk menyerap kembali zat yang berguna seperti glukosa dan asam amino dan mengeluarkan ion mineral tertentu dan kelebihan air ke tubulus. Pertukaran melalui kapiler peritubular terjadi karena gradien kimia osmosis dan tekanan hidrostatik.

Pergerakan air ke kapiler peritubular disebabkan oleh hilangnya air dari glomerulus selama filtrasi yang meningkatkan tekanan osmotik koloid darah. Osmolaritas darah yang lebih tinggi dalam kapiler peritubular menciptakan tekanan osmotik yang menyebabkan pengambilan air.

Baca Juga: 3 Tahapan pada Proses Pembentukan Urine [Filtrasi, Reabsorbsi, dan Augmentasi]

Komponen Tubuler pada Bagian-Bagian Nefron

Komponen tubuler meliputi bagian-bagian nefron yang disebut kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan tubulus kontortus distal, dan duktus/tubulus kolektivus

Filtrat glomereulus dari glomerulus akan dikumbulkan pada Kapsula Bowman. Berikutnya, filtrat glomerulus kemudian masuk tahapan berikutnya yaitu reabsorbsi. Pada proses reabsorbsi terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dan menghasilkan urine primer.

Selanjutnya urin primer masuk dalam lengkung henle yang berperan dalam mengatur tingkat osmotik darah.

Seletah dari lengkung henle, urin primer masuk ke tubulus kontortus proksimal dan mengalami proses augmentasi yang menghasilkan urine sesungguhnya. Urin yang dihasilkan pada bagain-bagian nefron akan dikumpulkan dalam tubulus kolektivus dan diteruskan ke bagian pelvis ginjal.

Dari bagian pelvis, urine akan keluar dari buah ginjal melalui ureter untuk ditampug dalam kandung kemih dan keluar tubuh melalui uretra.

1) Kapsula Bowman

Peran dari kapsula Bowman adalah menyimpan sementara urin primer dari proses filtrasi yang terjadi di glomerulus. Merupakan kantong/kapsul yang membungkus glomerulus. Kapsula bowman ditemukan oleh Sir William Bowman.

2) Tubulus Kontortus Proksimal

Letak tubulus proksimal berada di dekat dekat kapsul Bowman. Pada tubulus kontortus proksimal terjadi proses reabsorbsi yang menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Fungsi tubulus kontortus proksimal adalah untuk menghasilkan urin sekunder dengan kadar urea tinggi.

3) Lengkung Henle

Antara tubulus proksimal dan tubulus kontortus distal dihubungkan oleh sebuah saluran setengah lingkaran. Saluran setengah lingkaran yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal disebut sebagai lengkung henle

Lengkung henle mempunyai peran untuk menjaga urine tidak kembali ke tubulus kontortus proksimal. Selain itu lengkung henle juga berperan dalam mengatur tekanan osmsotik darah dan konsentrasi larutan pada urine yang dihasilkan.

4) Tubulus Kontortus Distal

Tubulus distal adalah tubulus yang jauh dari badan malpighi. Pada tubulus kontortus distal terjadi proses augmentasi yang merupakan kelanjutan dari proses reabsorbsi pada tubulus kontortus proksimal. Proses yang terjadi adalah melepaskan zat-zat yang tidak berguna lagi atau berlebihan ke dalam urin sekunder dengan menghasilkan urin sesungguhnya.

5) Tubulus Kolektivus

Dari tubulus distal, produk urine sesungguhnya akan mengalir melalui sistem pengumpul yang terdiri dari tubulus kolektivus. Tubulus kolektivus bermula di korteks dan berakhir di medula. Dinding tubulus kolektivus tidak permeabel terhadap air, namun permeabel terhadap ADH (Antidiuretik Hormone).

Kadar ADH menentukan apakah urine yang keluar akan terkonsentrasi atau encer. Peningkatan kadar ADH pada urine menandakan seseorang mengalami dehidrasi.

Tubulus kolektivus berbentuk tabung sempit panjang dalam ginjal yang menampung urin dari nefron yang siap untuk disalurkan ke pelvis menuju kandung kemih. Fungsi tubulus kolektivus adalah untuk mengumpulkan urin dari tubulus kontortus proksimal lalu dibawa ke pelvis..

Baca Juga: Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Produksi Urine

Contoh Soal dan Pembehasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan bagian-bagian nefron di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasan bagian-bagain nefron ginjal dan apa fungsi setiap bagiannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1: Bagian-Bagian Nefron

Pembahasan:
Gambar pada soal merupakan sebuah nefron pada ginjal, dengan anak panah menunjuk pada bagian duktus kolektivus atau duktus kolektivus.

Fungsi bagian tubulus koletivus pada nefron ginjal adalah mengumpulkan urine sesungguhnya yang akan dibawa ke pelvis ginjal untuk kemudian diteruskan ke ureter. Atau dapat dikatakan bahwa pada tubulus kolektivus terjadi proses pengumpulan zat sisa yang sudah tidak diperlukan (urine sesungguhnya).

Jadi, pada bagian yang ditunjukkan anak panah terjadi proses pengumpulan zat sisa yang sudah tidak diperlukan.

Jawaban: B

Contoh 2: Bagian-Bagian Nefron

Bagian nefron yang berfungsi mengatur tingkat osmotik darah dan konsentrasi larutan dalam urine adalah ….
A. glomerulus
B. kapsul bowman
C. lengkung henle
D. tububulus kontortus

Pembahasan:
Nefron secara lingkup besar mempunyai fungsi menyaring darah dan memproses pembentukan urine Di mana urine merupakan sisa metobolisme yang tidak dibutuhkan bagi tubuh. Di setiap bagian-bagian nefron memiliki perannya masing-masing dalam proses pembentukan urine.

Fungsi setiap bagian-bagain nefron ginjal sesuai pada ringkasan berikut.

Jadi, bagian nefron yang berfungsi mengatur tingkat osmotik darah dan konsentrasi larutan dalam urine adalah lengkung henle.

Jawaban: C

Contoh 3: Soal Gambar Bagian Nefron

Proses yang terjadi pada bagian X adalah ….
A. reabsorbsi glukosa dan asam amino
B. penambahan urea dan zat-zat sisa
C. penyaringan filtrat glomerulus
D. sekresi ion-ion hidrogen (H+)
E. Pembentukan urin sesungguhnya

Pembahasan:
Bagian X menunjukan pada bagian nefron ginjal yang disebut dengan glomerulus. Proses yang terjadi di glomerulus adalah filtrasi yaitu penyaringan plasma darah bebas protein menghasilkan filtrat glomerulus. Hasil filtrat glomerulus akan dikumpulkan pada bagian Kapsul Bowman yang kemudian akan masuk proses pembentukan urin berikutnya yaitu reabsorbsi.

Jadi, proses yang terjadi pada bagian X adalah penyaringat filtrat glomerulus.

Jawaban: C

Contoh 4: Bagian-Bagian Nefron

Pada proses pembentukan urin, zat-zat yang terlarut dalam darah (garam, glukosa, urea, asam amino, dan amonia) mengalir ke dalam ginjal untuk diproses. Tempat dan proses awal pembentukan urine tersebut adalah ….
A. filtrasi di glomerulus
B. reabsorbsi di glomerulus
C. reabsorbsi di tubulus kontortus distal
D. filtrasi di tubulus kontortus proksimal
E. filtrasi di tubulus kontortus distal

Pembahasan:
Pada proses pembentukan urine terjadi tiga tahapan yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi. Tahap pertama yang terjadi pada proses pembentukan urine adalah penyaringan darah yang disebut dengan proses filtrasi. Tempat terjadinya filtrasi adalah bagian nefron ginjal yang disebut glomerulus.

Jadi, tempat dan proses awal pembentukan urin tersebut adalah filtrasi dan glomerulus.

Jawaban: A

Itulah tadi struktur atau bagian-bagian nefron ginja beserta dengan fungsinya pada penyaringan darah dan proses pembentukan urine. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Berbagai Hormon yang Dihasilkan oleh Kelenjar Hipofisis/Pituitari (Master of Gland)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.