Daur Hidup Ubur – Ubur (Aurelia aurita)

By | June 29, 2019

Daur Hidup Ubur – Ubur membahas bagaimana ubur – ubur berkembang biak. Habitat ubur – ubur berada di laut, dalam beberapa kesempatan, sobat idschool mungkin dapat melihat ubur – ubur di pinggiran pantai. Namun sobat idschool perlu hati – hati karena ubur – ubur dapat menyengat dan menimbulkan gatal bahkan dapat menimbulkan kematian.

Ubur – Ubur memiliki nama ilmiah Aurelia aurita. Klasifikasi pada kingdom animalia menempatkan ubur – ubur pada filum Coelenterata pada kelas Scyphozoa. Spesies anggota phylum Coelenterata memiliki tubuhnya yang dikelilingi oleh lengan – lengan halus yang disebut tentakel. Dalam tentakel ini terdapat nematokist yang mengandung racun untuk melumpuhkan mangsanya.

Aurelia aurita (ubur – ubur) memiliki dua fase dalam hidupnya yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif berkembang dengan polip. Sedangkan pada fase generatif berkembangbiak dengan medusa. Apa itu medusa dan apa itu polip? Bagaimana cara ubur – ubur berkembangbiak? Cari tahu jawabannya melalui ulasan materi daur hidup ubur – ubur yang dibahas pada halaman ini.

Sebelum membahas lebih jauh tentang daur hidup ubur – ubur, perhatikan daur hidup ubur – ubur seperti yang diberikan pada gambar daur hidup ubur – ubur berikut.

Fase vegetatif dan fase generatif pada Ubur - Ubur

Baca Juga: Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Pada gambar daur hidup ubur – ubur di atas terlihat bahwa daur hidup ubur – ubur terjadi melalui dua fase. Kedua fase tersebut adalah fase generatif dan fase vegetatif. Bagaimana proses daur hidup ubur – ubur pada kedua fase tersebut akan diulas pada masing – masing penjelasan fase berikut.

Fase Generatif

Pada fase generatif disebut juga sebagai fase seksual, ubur – ubur berkembang dengan medusa. Medusa adalah bentuk hidup dari ubur – ubur yang bergerak melayang bebas di perairan. Saat fase generatif, ubur – ubur melibatkan induk jantan dan induk betina saat menjadi medusa (ubur – ubur dewasa).

Medusa adalah bentuk hidup dari ubur – ubur yang bergerak melayang bebas di perairan.

Ubur – ubur dewasa ini membentuk sel gamet berupa ovum dan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis dari induk jantan yang terletak di dekat tentakel. Dan ovum dihasilkan oleh ovarium dari induk betina yang terletak di dekat kaki.

Kemudian, sperma yang telah matang dikeluarkan di dalam air kemudian berenang hingga mencapai ovum dan menghasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi planula dan akan melekat pada dasar lautan untuk tumbuh menjadi individu baru (skifistoma).

Setelah terbentuk skifistoma, kemudian daur hidup ubur – ubur berlanjut pada fase vegetatif dan menghasilkan efira (ubur – ubur muda).

Fase Vegetatif

Berikutnya adalah daur hidup ubur – ubur untuk fase vegetatif (fase aseksual). Pada fase vegetatif atau fase aseksual, ubur – ubur berkembang dengan polip. Polip adalah bentuk hidup dari ubur – ubur yang menempel pada dasar perairan. Fase vegetatif pada daur hidup ubur – ubur melibatkan satu induk pada saat menjadi skifistoma berbentuk polip.

Polip adalah bentuk hidup dari ubur – ubur yang menempel pada dasar perairan.

Reproduksi aseksual dilakukan dengan jalan membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki. Kemudian, semakin lama semakin besar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain sehingga akan terbentuk koloni (strobilla).

Setelah beberapa waktu, anak akan memisah dari induknya dan membentuk efira (ubur – ubur muda).

Secara ringkas daur hidup ubur – ubur merupakan rangkaian seperti berikut:

Ubur – ubur dewasa (medusa) –> zigot –> planula (larva bersilia) –> fase polip (skifistoma –> strobila) –> efira (ubur – ubur muda)

Sumber: Encarta Ensiklopedia

Demikianlah ulasan materi terkait daur hidup ubur – ubur yang meliputi dua fase yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Praktikum – Respirasi pada Serangga