Daur Hidup Ubur Ubur (Aurelia aurita)

Daur hidup ubur ubur membahas bagaimana ubur-ubur berkembang biak dari genereasi ke generasi berikutnya. Secara ringkas, urutan daur hidup ubur-ubur diawali dari medusa dewasa yang menghasilkan ovum dan sperma sehingga dapat membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi planula yang kemudian menjadi skifistoma dan akhirnya menjadi polip muda dan polip dewasa (strobila). Selanjutnya, strobila melepaskan tunas lateral yang berkembang menjadi medusa kecil/muda (efira) dan akan berkembang menjadi medusa dewasa (ubur-ubur dewasa).

Ubur-ubur memiliki nama ilmiah Aurelia aurita yang berada pada klasifikasi kingdom animalia, filum Coelenterata, dan kelas Scyphozoa. Karakteristik dari spesies/anggota filum Coelenterata memiliki tubuh yang dikelilingi oleh lengan-lengan halus yang disebut tentakel. Dalam tentakel terdapat nematokist pada bagian sel-sel penyengat (knidosit) yang mengandung racun. Fungsi tentakel bagi ubur-ubur berguna untuk menangkap mangsa dan melindungi diri dari musuh.

Ubur-ubur yang Terdampar di Pantai
bentuk ubu-ubur di tepi pantai

Baca Juga: Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Habitat ubur-ubur berada di laut, namun sobat idschool mungkin saja dapat melihat ubur-ubur di pinggiran pantai dalam beberapa kesempatan, Sobat idschool perlu hati-hati karena ubur-ubur dapat menyengat dan menimbulkan gatal bahkan dapat menimbulkan kematian. Seseorang yang terkena sengatan ubur-ubur akan mengalami gejala antara lain kulit terasa gatal, perih, berdenyut, dan terasa terbakar hingga melepuh.

Bagaimana bentuk ubur-ubur? Bagaimana daur hidup ubur ubur atau Aurelia aurita? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Karakeristik dan Struktur Tubuh Ubur-Ubur

Ubur-ubur masuk dalam kelas Scyphozoa yang berasal dari Bahasa Yunani dengan arti scypo (mangkuk) dan zoa (hewan). Dari arti nama tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa ubur-ubur adalah hewan dengan bentuk yang menyerupai mangkuk atau cawan. Warna ubur-ubur dominan dengan transparan yang hidup melayang-layang di air laut.

Aurelia aurita atau ubur-ubur memiliki dua fase dalam hidupnya yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif berkembang dengan bentuk polip dan pada fase generatif berkembang biak dengan medusa. Ubur-ubur yang hidup melayang merupakan ubur-ubur pada bentuk medusa. Sedangkan pada saat berbentuk polip, ubur-ubur hidup menempel di dasar laut.

Ubur-ubur yang berbentuk medusa dewasa memiliki ukuran garis tengah (diameter) sekitar 7 sampai 10 cm. Lapisan tubuh terluar dari ubur-ubur adalah epidermis, sedangkan lapisan terdalam dari ubur-ubur adalah gastrodermis. Di antara epidermis dan gastrodermis terdapat mesoglea.

Struktur Ubur-Ubur
struktur ubur-ubur

Ciri umum ubur-ubur antara lain:

  • Diploblastik yaitu memilki dua lapisan tubuh yaitu endoderm (lapisan dalam) dan ektoderm (lapisan luar)
  • Tubuh berongga
  • Pencernaan dengan rongga gastrovaskuler
  • Memiliki mulut dan anus pada satu bagian
  • Mengalami metagenesis yang terdiri dari fase vegetatif (polip) dan generatif (medusa)
  • Hermaprodit

Baca Juga: Daur Hidup Fasciola hepatica (Cacing Hati)

Penjelasan 2 Fase pada Daur Hidup Ubur Ubur

Daur hidup ubur ubur meliputi fase vegetatif dan generatif. Di mana, fase vegetatif terdapat pada bentuk polip dan fase generatif terdapat pada bentuk medusa.Dengan kata lain, reproduksi aseksual dilakukan oleh bentuk polip dengan strobilasi atau pembentukan tunas. Sedangkan reproduksi seksual pada ubur-ubur dilakukan oleh bentuk medusa dewasa dengan meghasilkan sel gamet.

Pada metagenesis ubur-ubus, fase yang lebih dominan adalah fase generatif berupa bentuk medusa. Metagenesis atau daur hidup ubur ubur digambarkan seperti diagram berikut.

Fase vegetatif dan fase generatif pada Ubur - Ubur

Baca Juga: Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan

Fase Generatif

Pada fase generatif disebut juga sebagai fase seksual, ubur-ubur berkembang dengan medusa. Medusa adalah bentuk hidup dari ubur-ubur yang bergerak melayang bebas di perairan. Saat fase generatif, ubur-ubur melibatkan induk jantan dan induk betina saat menjadi medusa (ubur-ubur dewasa).

Medusa adalah bentuk hidup dari ubur-ubur yang bergerak melayang bebas di perairan.

Ubur-ubur dewasa ini membentuk sel gamet berupa ovum dan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis dari induk jantan yang terletak di dekat tentakel. Dan ovum dihasilkan oleh ovarium dari induk betina yang terletak di dekat kaki.

Selanjutnya, sperma yang telah matang dikeluarkan di dalam air kemudian berenang hingga mencapai ovum dan menghasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi planula dan akan melekat pada dasar lautan untuk tumbuh menjadi individu baru (skifistoma).

Fase Vegetatif

Pada fase vegetatif atau fase aseksual, ubur-ubur berkembang dengan polip yaitu bentuk hidup ubur-ubur yang menempel pada dasar perairan. Fase vegetatif pada daur hidup ubur-ubur bentuk polip dapat berupa skifistoma dan strobila.

Polip adalah bentuk hidup dari ubur-ubur yang menempel pada dasar perairan.

Reproduksi aseksual dilakukan dengan jalan membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki. Kemudian, semakin lama semakin besar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain sehingga akan terbentuk koloni (strobilla).

Setelah beberapa waktu, anak akan memisah dari induknya dan membentuk efira yaitu ubur-ubur muda atau medusa muda.

Urutan Daur Hidup Ubur Ubur

Secara ringkas daur hidup ubur-ubur merupakan rangkaian seperti berikut:
Medusa (ubur-ubur) dewasa → zigot → planula (larva bersilia) → skifistoma (polip muda) → strobila (polip dewasa) → efira (medusa kecil/muda atau ubur-ubur muda)

Sumber: Encarta Ensiklopedia

Siklus hidup Aurelia aurita:

  1. Medusa dewasa jantan menghasilkan sperma dan medusa dewasa betina menghasilkan telur/ovum
  2. Terjadi fertilisasi eksternal di dalam air
  3. Sel telur dibuahi oleh sperma sehingga terbentuk zigot
  4. Zigot mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi balstula, gastrula, kemudian menjadi planula (larva bersilia)
  5. Planula berenang bebas beberapa saat kemudian menempel pada suatu substrat dan tumbuh menjadi skifistoma (larva polip berukuran kecil yang memiliki tentakel)
  6. Polip skifistoma dapat membentuk tunas-tunas
  7. Skifistoma melakukan strobilasi yaitu melakukan pembelahan secara melintang pada ujung oral untuk menghasilkan setumpuk bakal medusa atau efira berbentuk strobila.
  8. Efira akan terlepas satu persatu dari strobila
    Setelah efira terlepas semua, strobila menjadi skifistoma yang dapat hidup hingga beberapa tahun akan hidup sebagai polip kembali
  9. Efira akan tumbuh menjadi ubur-ubur dewasa

Baca Juga: Perkembangbiakan Vegetatif/Aseksual pada Hewan

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan daur hidup ubur ubur di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasan daur hidup ubur ubur. Sobat idschool dapat mennggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Daur Hidup Ubur Ubur

Perhatikan gambar di bawah!

Contoh Soal Daur Hidup Ubur-Ubur

Strobila, efira, skifistoma. dan planula pada daur hidup ubur ubur diatas secara berurutan ditunjukkan oleh huruf ….
A. p, q, r, dan s
B. s, r, p, dan q
C. r, s, q, dan p
D. r, s, p, dan q
E. s, r, q, dan p

Pembahasan:

Mtagenesis ubur-ubur dimulai dari medusa dewasa menghasilkan ovum dan sperma yang akhirnya membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi planula yang kemudian menempel di dasar laut dan tumbuh menjadi menjadi skifistoma.

Selanjutnya, skifistoma berupa larva polip berukuran kecil yang memiliki tentakel melakukan strobilasi membentuk polip muda dan menjadi strobila (polip dewasa). Selanjuntnya, strobila melepaskan tunas lateral yang menjadi bakal medusa atau medusa muda (efira) dan berkembang menjadi medusa dewasa.

Urutan: Medusa dewasa → zigot → planula → skifistoma → strobila → efira

Jadi, urutan huruf untuk strobila, efira, skifistoma. dan planula pada daur hidup ubur ubur ditunjukkan oleh huruf r, s, q, dan p.

Jawaban: C

Contoh 2 – Soal Daur Hidup Ubur Ubur

Medusa muda pada daur hidup Aurelia sp. terbentuk dari ….
A. pelepasan tunas lateral pada strobila
B. hasil pembuahan sel telur dan sperma
C. planula yang menempel pada tempat tertentu
D. perkembangan skifistoma dengan membentuk tunas lateral
E. strobilasi dari bentuk skifistoma

Pembahasan:

Medusa muda atau efira berasal dari strobila yang melepaskan tunas lateral, strobila sendiri merupakan hasil dari skifistoma yang melakukan strobilasi. Jadi, medusa muda pada daur hidup Aurelia sp. terbentuk dari pelepasan tunas lateral pada strobila.

Jawaban: A

Demikianlah ulasan materi terkait daur hidup ubur ubur yang meliputi dua fase yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Praktikum – Respirasi pada Serangga

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.