Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kompleks (+Contohnya)

By | July 22, 2021

Kalimat adalah satuan bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari unsur Subyek (S) dan Predikat (P). Berdasarkan struktur unsur-unsur penyusunnya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu kalimat simpleks dan kompleks. Perbedaan kalimat simpleks dan kompleks terdapat pada banyaknya klausa yang menyusun suatu kalimat. Klausa adalah kalimat yang hanya terdiri dari unsur Subyek (S) dan Predikat (P). Di mana klausa merupakan bagian wajib penyusun sebuah kalimat. Sebuah kalimat dapat diikuti Obyek (O) dan Keterangan (K) atau Pelengkap (Pel). Namun tidak dengan klausa, di mana susunan sintaksis pada klausa tidak diserta dengan obyek, keterangan, dan pelengkap.

Kalimat yang hanya memiliki satu klausa disebut sebagai kalimat simpleks. Sedangkan kalimat yang terdiri dari lebih dari satu klausa disebut kalimat kompleks. Umumnya, kalimat simpleks memiliki unsur-unsur yang lebih mudah untuk diuraikan. Berbeda dengan kalimat kompleks yang biasanya lebih rumit untuk diuraikan. Bentuk kalimat simpleks umumnya lebih sederhana dibanding kalimat kompleks.

Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kompleks

Bagaimana contoh kalimat simpleks? Bagaimana contoh kalimat kompleks? Apa saja yang menjadi pembeda dari dua jenis kalimat tersebut? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Perbedaan Kalimat Utama dan Gagasan Utama pada Suatu Paragraf

Kalimat Simpleks

Kalimat simpleks biasa disebut sebagai kalimat tunggal. Pengertian kalimat simpleks dapat dipahami sebagai kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa. Di mana dalam satu klausa hanya terdiri dari sebuah subyek dan predikat.

Unsur-unsur kalimat simpleks terdiri dari sebuah subyek dan predikat. Selain memuat subyek dan predikat, beberapa kalimat simpleks juga memuat obyek, pelengkap, atau keterangan. Bahasan dalam kalimat simpleks umumnya hanya satu topik yang terdapat dalam satu pola. Kalimat simpleks mudah dikenali dengan tidak adanya konjungsi atau kata hubung (dan, tetapi, namun, dsb) yang sering menjadi penghubung antar pola kalimat.

Karakteristik kalimat simpleks:

  • hanya mempunyai satu kata kerja (verba) yang berkedudukan sebagai predikat
  • mempunyai satu struktur/pola kalimat
  • menjelaskan satu aksi, peristiwa, atau kejadian
  • tidak terdapat konjungsi

Beberapa contoh kalimat simpleks beserta uraian unsur-unsur kalimatnya dapat dilihat seperti berikut.

Contoh1: Andi sedang berlati di taman kota

  • Subyek: Andi
  • Predikat: sedang berlari
  • Keterangan: di taman kota

Contoh 2: Fika sedang membuat kue di dapur

  • Subyek: Fika
  • Predikat: sedang membuat
  • Obyek: kue
  • Keterangan: di dapur

Contoh 3: Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering di Pulau Jawa

  • Subyek: Taman Nasional Baluran
  • Predikat: merupakan
  • Pelengkap: perwakilan
  • Obyek: ekosistem hutan spesifik kering
  • Keterangan tempat: di Pulau Jawa

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks sering disebut juga dengan kalimat majemuk. Pengertian kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua atau lebih klausa. Sehingga dalam sebuah kalimat kompleks dapat memiliki dua atau lebih kata kerja yang berkedudukan sebagai predikat. Klausa utama pada kalimat kompleks disebut dengan induk kalimat (inti kalimat), sedangkan klausa penghubung pada kalimat kompleks disebut dengan anak kalimat.

Unsur-unsur kalimat pada kalimat kompleks umumnya lebih rumit dengan pola/struktur kalimat lebih dari satu. Antar pola atau struktur kalimat dihubungkan dengan kata hubung (konjungsi).

Karakteristik kalimat kompleks:

  • mempunyai lebih dari satu kata kerja (verba) yang berkedudukan sebagai predikat
  • mempunyai lebih dari satu struktur atau pola kalimat
  • menjelaskan minimal dua aksi, peristiwa, atau kejadian
  • memuat kata hubung (konjungsi)

Kalimat kompleks dibagi menjadi dua macam yaitu kalimat kompleks koordinatif dan subordinatif. Kalimat kompleks koordinatif sering disebut dengan kalimat majemuk setara. Sedangkan kalimat kompleks subordinatif sering disebut dengan kalimat majemuk bertingkat.

Kalimat Kompleks Koordinatif (Kalimat Majemuk Setara)

Kalimat kompleks koordinatif memiliki dua klausa yang setara dalam sebuah kalimat. Karakteristik dari kalimat majemuk setara adalah menggunakan kata hubung (konjungsi) koordinatif seperti dan, serta, sedangkan, atau, padahal,  kemudian, tetapi, melainkan.

Perhatikan beberapa contoh kalimat kompleks koordinatif berikut beserta dengan unsur-unsurnya berikut!

Contoh 1: Burung hantu mencari makan di malam hari, tetapi tidur di siang hari.

  • Subyek: Burung hantu
  • Predikat 1: mencari
  • Obyek: makan
  • Keterangan waktu 1: di malam hari
  • Predikat 2: tidur
  • Keterangan waktu 2: di siang hari

Contoh 2: Kami mengumpulkan data kemudian menganalisisnya di laboratorium.

  • Subyek: Kami
  • Predikat 1: mengumpulkan
  • Obyek: data
  • Predikat 2: menganalisisnya
  • Keterangan tempat: di laboratorium

Kalimat Kompleks Subordinatif (Kalimat Majemuk Bertingkat)

Kalimat kompleks subordinatif atau kalimat majemuk bertingkat memiliki klausa ganda yang kedudukannya tidak sama. Pada kalimat kompleks bertingkat terdapat klausa atasan (induk kalimat) yang memiliki kedudukan di atas klausa bawahan (anak kalimat).

Antar pola kalimat majemuk bertingkat ditandai dengan adanya konjungsi subordinatif. Beberapa konjungsi subordinatif yang menjadi penanda kalimat majemuk bertingkat adalah agar, supaya, karena, sebab, jika, ketika, sejak, selama, seandainya, karena, sehingga, seperti.

Perhatikan beberapa contoh kalimat kompleks subordinatif berikut beserta dengan unsur-unsurnya berikut!

Contoh 1: Karena sakit, Tono tidak pergi ke sekolah.

  • Subyek: Toni
  • Predikat 1: tidak pergi
  • Keterangan tujuan: ke sekolah
  • Predikat 2: Sakit

Contoh 2: Widoro bukol, mimba, dan pinang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering, walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.

  • Subyek: Widoro bukol, mimba, dan pinang
  • Predikat 1: merupakan
  • Obyek: tumbuhan
  • Keterangan: yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering
  • Subyek 2: tumbuhan lainnya
  • Predikat 2: sudah layu dan mengering

Baca Juga: Kalimat Majemuk Setara

Contoh Soal Kalimat Simpleks dan Kompleks

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman terkait bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Kalimat Simpleks dan Kompleks

Bacalah teks berikut!
(1) Film ini layak disebut sebagai salah satu film yang paling terbaik Indonesia sepanjang masa. (2) Meskipun film ini diproduksi pada tahun 2008, Laskar Pelangi masih layak untuk ditonton kapan pun secara berulang-ulang. (3) Film ini juga dapat ditonton oleh semua umur karena tidak ada satu pun adegan kekerasan atau sensual. (4) Diharapkan di waktu mendatang, semakin banyak produser film Indonesia yang termotivasi untuk membuat film dengan kualitas yang sama bahkan bisa melebih film Laskar Pelangi. (5) Film “Laskar Pelangi” dijadikan promosi pariwisata daerah.

Kalimat simpleks dalam paragraf tersebut adalah …..
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Pembahasan:

Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdapat satu klausa, yaitu hanya terdapat satu obyek dan predikat. Kalimat yang hanya terdapat satu subyek dan obyek terdapat pada kalimat (5). Dengan keterangan seperti berikut,

  • Subyek: Film “Laskar Pelangi”
  • Predikat: dijadikan
  • Pelengkap: promosi
  • Obyek: pariwisata daerah

Jadi, kalimat simpleks dalam paragraf tersebut adalah (5).

Jawaban: E

Contoh 2 – Kalimat Simpleks dan Kompleks

(1) Kemangi atau disebut basil adalah dedaunan kecil yang memiliki aroma khas dan lembut dengan sentuhan aroma limau. (2) Umumnya dipakai sebagai lalapan atau campuran dalam masakan. (3) Ternyata, daun kemangi juga ampuh dalam mengobati jerawat. (4) Kandungan nutrisi dalam daun kemangi membantu mengobati jerawat dan mengurangi kadar minyak di wajah. (5) Bagaimana cara menggunakannya?

Kalimat kompleks yang terdapat pada paragraf di atas adalah ….
A. 1, 2, dan 3
B. 2 dan 3
C. 3, 4, dan 5
D. 1, 2, dan 5
E. 1, 2, dan 4

Pembahasan:

Salah satu karakteristik dari kalimat kompleks adalah terdiri dari dua klausa atau lebih, di mana antar klausa dihubungkan oleh konjungsi. Sehingga, kalimat kompleks terdapat pada kalimat-kalimat berikut.

  • (1) Kemangi atau disebut basil adalah dedaunan kecil yang memiliki aroma khas dan lembut dengan sentuhan aroma limau.
  • (2) Umumnya dipakai sebagai lalapan atau campuran dalam masakan.
  • (4) Kandungan nutrisi dalam daun kemangi membantu mengobati jerawat dan mengurangi kadar minyak di wajah.

Jadi, kalimat kompleks yang terdapat pada paragraf di atas adalah 1, 2, dan 4.

Jawaban: E

Demikianlah tadi perbedaan kalimat simpleks dan kompleks yang disertai dengan contohnya. Di mana, perbedaan kalimat simpleks dan kompleks dapat dilihat dari struktur kalimat dan ada/tidaknya konjungsi dalam kalimat. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Struktur Kalimat yang Benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.