Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Ada 2 jenis besaran dalam bahasan Fisika yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok (base quantity) adalah besaran fisika yang tidak dapat dalam besaran lain. Sedangkan besaran turunan (derived quantity) adalah besaran fisika yang berasal dari kombinasi besaran-besaran pokok. Setiap besaran memiliki suatu satuan yang telah menjadi kesepakatan, misalnya satuan panjang dalam meter (m) dan satuan berat dalam gram (gr). Sistem satuan yang digunakan secara resmi di tingkat internasional disebut dengan International System of Unit yang biasa disingkat SI.

Besaran dapat meliputi panjang, berat, waktu, gaya, dan lain sebagainya yang memiliki satuan berbeda. Sebagai contoh, lintasan suatu rute/jalur adalah besaran panjang yang dinyatakan dalam satuan meter (m). Contoh lain, logam dapat dinyatakan dalam besaran massa yaitu gram (gr) atau kilogram (kg). Penggunaan satuan perlu disesuaikan dengan jenis besaran, besaran panjang tidak dapat dinyatakan dalam satuan gram begitu juga dengan besaran massa tidak dapat dinyatakan salam satuan meter.

neraca – salah satu contoh alat ukur besaran

Apa saja besaran yang merupakan besaran pokok? Dan apa saja besaran yang merupakan besaran turunan? Bagaimana satuan yang menjadi kesepakatan SI untuk setiap besaran? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Besaran Pokok

Besaran pokok dipandang sebagai besaran yang berdiri sendiri, tanpa adanya turunan dari besaran-besaran lainnya. Satuan pada besaran pokok merupakan satuan yang telah ditentukan/ditetapkan telebih dahulu. Bentuk satuan nama-nama besaran pada besaran pokok memiliki bentuk dasar yang sederhana.

Ada 7 nama besaran yang merupakan besaran pokok yaitu:
1) Panjang (ℓ)
2) Massa (m)
3) Waktu (t)
4) Suhu (T)
5) Kuat arus (I)
6) Intensitas cahaya (J)
7) Jumlah zat (n)

Nama besaran, satuan internasional, dan lambang satuan pada besaran pokok sesuai dengan tabel di bawah.

Baca Juga: Barometer – Alat Ukur Tekanan Udara

Besaran Turuanan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diambil atau diturunkan dari besaran-besaran lainnya. Dengan kata lain, besaran turunan dapat dikatakan sebagai komposisi dari beberapa satuan besaran lainnya. Misalnya, kecepatan adalah salah satu contoh besatan turunan. Satuan kecepatam dinyatakan dalam m/s yang merupakan kombinasi dari satuan panjang/jarak (m) dengan waktu (s).

Satuan kecepatan, erkaitan dengan rumus kecepatan yaitu jarak per waktu. Perhatikan contoh cara mendapatkan salah satu satuan pada besaran turunan berikut.

Besaran turunan terdiri dari sangat banyak nama dan satuan besaran dan tidak ada angka pasti yang dapat mewakili banyaknya jumlah besaran turunan. Contoh nama besaran yang merupakan besaran turunan adalah luas (A), kecepatan (v), percepatan (a), gaya (F), tekanan (P), usaha (W), massa jenis (ρ), dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah tabel daftar beberapa nama besaman, lambang besaran, dan lambang satuan pada besaran turunan.

Baca Juga: Apa Itu Pesawat Sederhana?

Tips Menghafal Besaran Pokok dan Turunan

Satuan yang termasuk dalam besaran pokok terdiri atas tujuh yang meliputi panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Sedangkan besaran turunan terdiri dari banyak sekali besaran dan satuan. Sehingga, sobat idschool hanya perlu menghafal nama ketujuh besaran pokok.

Dengan kata lain, selain nama ketujuh besaran yang perlu dihafal merupakan besaran turunan.

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pambahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Menentukan Jenis Besaran dan Satuan Menurut SI

Besaran pokok menurut SI dengan alat ukur yang benar adalah ….
A. waktu – stopwatch
B. panjang – neraca
C. massa – mistar
D. suhu – kelvin

Pembahasan:
Alat untuk mengukur waktu adalah stopwatch, alat untuk mengukur panjang adalah mistar (bukan neraca), alat untuk mengukur massa adalah neraca (bukan mistar/penggaris), dan alat untuk mengukur suhu adalah termometer (kelvin adalah satuan untuk suhu).

Jadi, besaran pokok menurut SI dengan alat ukur yang benar adalah waktu – stopwatch.

Jawaban: A

Baca Juga: Hukum Newton dalam Kehidupan Sehari – Hari

Contoh 2 – Soal Menentukan Besaran Turunan

Pembahasan:
Untuk mengetahui pasangan besaran turunan dan pokok yang sesuai perlu mengetahui rumus dari setiap besaran turunan.

  • Daya listrik dapat dihitung melalui perkalian beda potensial (tegangan) dengan arus listrik (I).
  • Kalor laten adalah kalor yang terdapat pada proses perubahan wujud zat (membeku/mencair/menguap). Besarnya kalor laten dipengaruhi oleh massa (m) dan kalor jenis uap/lebur, tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu.
  • Massa jenis dapat dihitung dari perbandingan massa (m) dengan volume (V), tidak dipengaruhi oleh besaran panjang.
  • Percepatan dihitung dari besar kecepatan per waktu (t).
  • Kecepatan dapat dinyatakan dalam perhitungan momentum (p) per massa (v).

Jadi, pasangan besaran turunan yang mengandung besaran pokok yang benar ditunjukkan oleh i, iv, dan v.

Jawaban: C

Sekian, ulasan tentang besaran pokok dan besaran turunan beserta contoh soal dan pembahasannya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Rumus pada Medan Listrik dan Hukum Coulomb

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.