4 Macam Kata Berimbuhan (Afiks) yang Banyak Terdapat dalam Kalimat

Kata berimbuhan terdiri atas kata imbuhan awalan (prefiks), tengah/sisipan (infiks), akhiran (sufiks), dan gabungan awalan-akhiran (konfiks). Cara penulisan kata berimbuhan dalam sebuah kalimat secara umum ditulis serangkai dengan kata dasar. Beberapa contoh kata berimbuhan antara lain berjalan, makanan, telapak, kebiasaan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Penggunaan kata berimbuhan dalam kalimat dibutuhkan untuk berbagai tujuan. Beberapa tujuan penggunaan atau fungsi kata berimbuhan antara lain untuk membentuk kata kerja (verba), kata benda (nomina), dan kata sifat (adjektif), dan kata keterangan. Sebagai contoh untuk kata dasar jalan termasuk kata benda, setelah mendapat imbuhan ber menjadi berjalan (kata kerja). Sehingga, imbuhan awalan ber‒ untuk kata tersebut memiliki fungsi sebagai pembentuk kata kerja.

Contoh Kata Berimbuhan Sebagai Pembentuk Kata Kerja

Baca Juga: 3 Macam Paragraf Berdasarkan Letak Ide Pokoknya

Bagaimana penggunaan kata berimbuhan dalam kalimat? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

1) Kata Imbuhan Awalan (Prefiks)

Kata imbuhan awalan atau prefiks adalah penambahan imbuhan pada bagian depan kata dasar. Macam-macam imbuhan awalan antara lain mem‒, men‒, meng‒, menge‒, pem‒, pen‒, peng‒, penge‒, ber‒, be‒, bel‒, di‒, dan ter‒. Penulisan prefiks ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Sebagai contoh imbuhan awalan di- dengan kata dasar bentuk menghasilkan kata berimbuhan dibentuk bukan di bentuk. Jika di‒ sebagai kata depan maka pengguna di maka penulisannya terpisah dengan kata dasar, misalnya di sini bukan disini.

Contoh Cara Penulisan Kata Berimbuhan

Beberapa contoh kata imbuhan awalan: membaca, menghafal, menjual, mengecat, penjual, penduduk, belajar, bekerja, berkumpul, dan lain sebagainya.

Kata imbuhan awalan juga memuat awalan untuk bentuk terikat. Bentuk terikat merupakan bentuk yang tidak mempunyai arti jika tidak bergabung dengan kata dasat. Bentuk-bentuk terikat terdiri atas morfem  a, de, nir, pro, pra, maha, pasca, intra, ekstra, dan antar. Selain itu, dalam PEUBI juga menerangkan ada bentuk terikat lain yang meliputi non, anti, tele, swa, sub, dwi, semi, tuna, dan ultra.

Contoh kata berimbuhan dengan bentuk terikat: asusila, nirlaba, proaktif, prasejarah, mahasiswa, ekstrakurikuler, antarprovinsi, dan lain sebagainya.

Kata Berimbuhan Awalan Kata Terikat

Semua bentuk terikat memiliki cara penulisan yang sama pada penulisan kata berimbuhan awalan lainnya yaitu ditulis serangkai, kecuali untuk dua kondisi. Kondisi yang dimaksud antara lain meliputi bentuk terikat yang diikuti huruf kapital dan diikuti kata turunan yang mengacu nama/sifat Tuhan.

  • Bentuk terikat yang diikuti oleh kata atau singkatan yang berawalan huruf kapital dirangkai dengan tanda hubung (-).
    Contoh: non-ASEAN; anti-PKI; pro-Barat
  • Bentuk terikat untuk kata maha yang diikuti kata dasar yang mengacu pada nama/sifat Tuhan ditulis serangkai, kecuali kata esa.
    Contoh: Tuhan Yang Mahakuasa; Tuhan Yang Mahakaya; Tuhan Yang Maha Esa

Baca Juga: Penggunaan Huruf Kapitasl Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia

2) Kata Berimbuhan Tengah/Sisipan (Infiks)

Kata imbuhan sisipan atau infiks adalah imbuhan yang berada pada bagian tengah kata. Ada empat bentuk sisipan yaitu el, er, em, dan in. Cara penulisan kata imbuhan sisipan ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Contoh kata berimbuhan sisipan:

  • el: telapak (tapak); gemilang (gilang); celoreng (coreng); kelopak (kopak); telunjuk (tunjuk)
  • er:  gerigi (gigi); serabut (sabut); kerlip (klip); seruling (suling)
  • em:  jemari (jari); kemuning (kuning); kemuncup (kuncup); gemetar (getar); kemilau (kilau)
  • in: sinambung (sambung)

3) Kata Berimbuhan Akhiran (Sufiks)

Sufiks atau kata imbuhan akhiran merupakan kata yang memiliki tambahan bunyi di bagian belakang. Macam-macam sufiks memiliki imbuhan akhiran dengan bunyi ‒kan, an, dan i. Imbuhan akhiran ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh kata berimbuhan akhiran adalah lupakan, jadikan, makanan, minuman, buatan, hargai, sudahi, dan lain sebagainya.

Kata imbuhan di belakang juga memuat kata imbuhan unsur asing. Kata imbuhan belakang yang diserap dari unsur asing memiliki tambahan belakang seperti is, isme, isasi, man, wan, wati, atau wi ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

Contoh kata berimbuhan yang diserap dari unsur asing:

  • Nasionalis
  • Digitalisasi
  • Sinkritisme
  • Sukuisme
  • Seniman
  • Kamerawan
  • Wartawati
  • Gerejawi
  • Duniawi

Baca Juga: Petunjuk Penggunaan Si dan Sang dalam PUEBI

4) Kata Berimbuhan Gabungan Awalan-Akhiran (konfiks)

Konfiks adalah kata berimbuhan yang mendapat tambahan bunyi di bagian awal dan akhir secara bersama. Kata dasar pada konfiks atau kata berimbuhan gabungan/apitan berada di antara tambahan bunyi. Macam-macam tambahan bunyi pada kata berimbuhan gabungan meliputi ber‒an, ber‒kan, di‒kan, di‒i, kean, meN‒kan, meN‒i, per‒an, dan senya.  

Contoh kata imbuhan gabungan (konfiks):

  • ber-an: berdatangan; berjatuhan; berlarian; bersamaan; bersebelahan; bersalaman; bersahutan
  • beran: berdasarkan; bersenjatakan; bertaburkan
  • di‒kan: dimasukkan; ditundukkan; dijabarkan
  • di‒i: disudahi; dikuasai; ditandai; ditanami
  • kean: keajaiban; keuntungan; keadilan; kemasyarakatan; kemakmuran
  • meN‒kan: meratakan; menyamakan; menerapkan
  • meN‒i: mengunjungi; menandingi; menandai
  • per‒an: permainan; perbuatan; persahabatan; pertandingan; persatuan
  • se‒nya: seandainya; sebaiknya; seadanya

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Menentukan Kata Berimbuhan yang Tepat

Contoh Soal Kata Berimbuhan

Pembahasan:
Pada kalimat terdapat kata imbuhan terikat dengan awalan antar yang diikuti kata kota. Penulisan kata berimbuhan tersebut harusnya dituliskan serangkai sehingga menjadi antarkota, bukan antar kota. Jadi, perbaikan penulisan gabungan kata yang tepat pada kalimat tersebut adalah antar kota seharusnya antarkota.

Jawaban: A

Contoh 2 – Menentukan Kata Berimbuhan yang Tepat

Cermati kalimat berikut!
Jangan pernah bersanggah tuduhan tanpa disertai tanpa disertai pendapat dan bukti yang kuat.

Perbaikan kata bentukan pada kalimat tersebut adalah ….
A. sanggahan
B. menyanggah
C. tersanggah
D. penyanggah

Pembahasan:
Pada bagian kata bersanggah diikuti dengan obyek tuduhan sehingga akan tepat diganti kata kerja aktif. Kata bentukan yang merupakan kata kerja aktif dari bersanggah adalah menyanggah. Jadi, perbaikan kata bentukan pada kalimat tersebut adalah menyanggah.

Jawaban: B

Baca Juga: Bagian-Bagian Surat Resmi/Dinas dan Contohnya

Contoh 3 – Menentukan Kata Berimbuhan yang Tepat

Cermati paragraf berikut!
Kopi menjadi salah satu bagian rencana … ekonomi “Negeri Mutiara Hitam” Papua. Kopi juga bukan untuk … besar-besaran oleh investor asing, melainkan untuk … perekonomian masyarakat lokal. Pembudidayaannya bukan hanya industri kecil koperasi, melainkan juga sekolah dan asrama.

Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
A. mengembangkan, mengekploitasi, tumbuhkan
B. kembangkan, eksploitasikan, tumbuhkan
C. dikembangkan, dieksploitasi, ditumbuhkan
D. pengembangan, dieksploitasi, menumbuhkan
E. pengembangan, dieksploitasi, ditumbuhkan

Pembahasan:
Pada kalimat: Kopi menjadi salah satu bagian rencana … ekonomi “Negeri Mutiara Hitam” Papua dibutuhkan kata yang menerangkan kata ekonomi. Kata berimbuhan yang tepat untuk menerangkan kata ekonomi adalah pengembangan.

Untuk bagian pernyataan Kopi juga bukan untuk … besar-besaran oleh investor asing dibutuhkan kata kerja pasif karena terdapat pelaku yang menjadi obyek. Hal itu diperjelas dengan penggunaan kata oleh. Sehingga kata berimbuhan yang tepat setelah kata untuk adalah dieksploitasi.

Selanjutnya pada bagian pernyataan melainkan untuk … perekonomian masyarakat lokal dibutuhkan kata kerja aktif karena terdapa obyek setelahnya. Sehingga kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapinya adalah menumbuhkan.

Jadi, kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah pengembangan, dieksploitasi, menumbuhkan.

Jawaban: D

Contoh 4 – Soal Kata Berimbuhan

Contoh Kata Berimbuhan dalam Kalimat

Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
A. membuahi, mencatatkan, mencipta
B. berubah, mencatatkan, mencipta
C. berbuah, dicatat, menyipta
D. membuahkan, mencatat, menciptakan
E. membuahkan, dicatat, diciptakan

Pembahasan:
Pada bagian pernyataan pertama yang kosong membutuhkan kata imbuhan yang merupakan kata aktif sehingga dapat diisi dengan membuahi atau membuahkan. Namun kata berimbuhan membuahkan lebih tepat digunakan untuk mengisi bagian kosong pernyataan tersebut.

Pernyataan menjadi: Sebuah kreativitas yang ditekuni secara bersungguh-sungguh dan konsisten akan membuahkan terobosan-terobosan yang dapat menembus batas yang selama ini membelenggu.

Setelah kata literatur kuno membutuhkan kata kerja aktif sehingga dapat dilengkapi dengan mencatat atau mencatatkan. Kata berimbuhan mencatat lebih tepat digunakan sehingga menjadi kalimat: Literatur kuno mencatat sejumlah pemikiran dan keinginan manusia untuk dapat terbang.

Antara frasa manusia mulai berhasil dan kata pesawat dibutuhkan kata kerja aktif sehingga dapat dilengkapi dengan mencipta atau menciptakan. Kate berimbuhan menciptakan lebih tepat dihunakan sehingga kalimat menjadi …, manusia mulai berhasil menciptakan pesawat dan alat bantu untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Jadi, kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragaraf tersebut adalah membuahkan, mencatat, menciptakan.

Jawaban: D

Demikianlah tadi ulasan penggunaan kata berimbuhan dalam kalimat sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Cara Penulisan Kutipan dalam Sebuah Karya Tulis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *