Siklus Hidup Taenia sp (Taenia saginata dan Taenia solium)

By | January 28, 2020

Taenia merupakan salah satu marga cacing pita yang termasuk dalam filum Platyhelminthes, kelas Cestoda. Anggota – anggotanya dikenal sebagai parasit vertebrata yang dapat menginfeksi manusia, babi, sapi, dan kerbau. Bagaimanakah siklus hidup Taenia sp sehingga dapat berpindah dari satu individu ke individu lainnya? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah dengan mengetahui siklus hidup Taenia sp.

Dalam siklus hidup Taenia sp, hidup melalui dua inang yaitu inang definitif dan inang perantara. Individu yang menjadi inang definitif adalah manusia. Sedangkan inang perantara pada siklus hidup Taenia sp adalah hewan ternak seperti sapi, babi, dan lain sebagainya. Infeksi Taenia dikenal dengan istilah taeniasis dan sistiserkosis. Taeniasis adalah penyakit akibat parasit berupa cacing pita yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Taeniasis pada manusia disebabkan oleh spesies Taenia solium atau dikenal dengan cacing pita babi, sementara Taenia saginata dikenal juga sebagai cacing pita sapi.

Bentuk Tubuh Taenia sp

Siklus hidup Taenia sp merupakan urutan daur hidup Taenia sp, baik itu Taenia saginata atau Taenia solium. Melalui ulasan daur hidup Taenia sp di sini akan menjelaskan bagaimana cara Taenia sp tumbuh dan berkembang. Dengan mempelajari siklus hidup Taenia sp ini, sobat idschool dapat mengetahui bagaimana penyebaran Taenia dari satu individu ke individu lainnya. Sebelum ke ulasan siklus hidup Taenia sp, kenali dulu apa itu Taenia sp?

Taenia sp: Taenia saginata dan Taenia solium

Taenia sp merupakan kelompok cacing pita, bisa berbentuk Taenia saginata atau Taenia solium. Kedua jenis Taenia tersebut merupakan parasit atau cacing pita yang menyebabkan infeksi pada manusia. Cacing pita jenis ini dapat bertahan hidup selama bertahun – tahun dalam tubuh seseorang tanpa menimbulkan gejala tertentu. Tempat berkembang Taenia sp dalam tubuh manusia berada pada usus halus.

Bentuk dari dua jenis Taenia ini memiliki sedikit perbedaan pada bagian scolex (kait pada bagian kepala). Pada bagian scolex, Taenia solium mempunyai sucker (penghisap) yang lebih tajam dari Taenia saginata. Hal ini membuat Taenia solium lebih berbahaya dari pada Taenia saginata karena dengan gigi pada sucker yang lebih tajam akan membuat Taenia solium lebih dalam menempel pada usus menggunakan giginya yang lebih runcing/tajam.

Taenia saginata dan Taenia solium

Selain itu, perbedaan antara dua jenis Taenia ini juga terletak pada inang perantara sebagai tempatnya bertumbuh. Taenia saginata tumbuh di dalam tubuh sapi, sedangkan Taenia solium dalam tubuh babi.

Baca Juga: Siklus Hidup Fasciola hepatica

Siklus Hidup Tenia sp

Bagan daur hidup Taenia sp diberikan seperti siklus hidup berikut.

Siklus Hidup Taenia sp (Taenia saginata dan Taenia solium)

Pertama, segmen tubuh Taenia yang telah matang (proglotid) dan mengandung telur akan keluar secara aktif dari anus manusia bersama feses manusia yang terinfeksi Taenia. Bila inang definitif (manusia) maupun inang antara (sapi dan babi) menelan telur bersama makanan yang dikonsumsi, selanjutnya proglotid akan menetas akan dan mengeluarkan embrio cacing yang disebut onkosfer.

Selanjutnya, onkosfer akan menembus dinding usus mengikuti sirkulasi darah limfa dan kemudian berkembang menjadi sistiserkus yang infektif di dalam otot tertentu. Bagian otot yang paling sering terserang sistiserkus yaitu jantung, diafragma, lidah, otot pengunyah, daerah esofagus, leher dan otot antar tulang rusuk.

Otot atau daging sapi/babi yang diolah kurang matang dan termakan oleh seseorang dan  masuk ke dalamnya. Di dalam tubuh manusia yang terinfeksi, sistiserkus kemudian akan berkembang menjadi Taenia sp.

Begitulah tadi rantai penyebaran Taenia sp dalam menginfeksi korbannya. Secara sederhana, urutan siklus hidup Taenia sp diberikan seperti berikut.

  1. Cacing dewasa tumbuh pada tubuh manusia di usus halus 
  2. Proglotid dari Taenia sp yang mengandung telur keluar bersama feses
  3. Telur termakan sapi atau hewan ternak lainnya 
  4. Onkosfer (embrio cacing ) terlepas dari telur,menembus dinding usus dan kemudian masuk ke peredaran darah hingga sampai ke otot atau daging sapi/babi
  5. Onkosfer berkembang menjadi sistiserkus di otot atau daging sapi/babi 
  6. Manusia terinfeksi cacing setelah memakan daging kurang matang yang mengandung sistiserkus

Baca Juga: Daur Hidup Aurelia aurita

Contoh Soal Siklus Hidup Taenia sp

Contoh 1 – Soal Siklus Hidup Taenia sp

Urutan siklus hidup Taenia solium yang benar adalah ….
A. Telur/proglotid → Sistiserkus → Onkosfer → Taenia solium
B. Onkosfer → Sistiserkus Telur/proglotid → Taenia solium
C. Telur/proglotid → Onkosfer → Sistiserkus → Taenia solium  
D. Taenia solium Telur/proglotid → Onkosfer → Sistiserkus 
E. Telur/proglotid → Onkosfer → Taenia solium Sistiserkus  

Pembahasan:

Telur atau proglotid (segmen tubuh) matang terbawa oleh kotoran manusia ke lingkungan. Babi memakan makanan yang terkontaminasi telur atau proglotid Taenia solium. Dalam tubuh babi, telur menetas menjadi onkosfer kemudian membentuk sistiserkus di otot.

Sistiserkus kembali masuk ke tubuh manusia melalui makanan daging babi yang tidak dimasak secara benar. Dalam usus manusia, Taenia solium muda berkembang menjadi dewasa dan menempel menggunakan scolex (alat kait untuk menempel pada inang).

Jadi,urutan siklus hidup Taenia solium yang benar adalah Telur/proglotid → Onkosfer → Sistiserkus → Cacing Dewasa (Taenia solium).  

Jawaban: C

Demikianlah ulasan materi mengenai siklus hidup Taenia sp meliputi siklus hidup Taenia saginata dan siklus hidup Taenia solium. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Perkembangbiakan Virus – Daur Litik dan Lisogenik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.