10 Macam Benda Langit

By | May 11, 2020

Di manakah sobat idschool tinggal? Dalam himpunan yang luas, kita tinggal di Bumi yaitu salah satu planet yang ada di alam semesta. Alam semesta atau jagat raya (universe) merupakan seluruh ruang, waktu dimensi tempat kita berada. Cakupan alam semesta meliputi seluruh benda di alam semesta, termasuk bumi dan langit. Bumi menjadi salah satu planet yang menjadi bagian dari planet dalam galaksi bima sakti. Sedangkan langit merupakan ruang luas tidak terhingga yang terbentang di atas bumi. Langit menjadi tempat berbagai macam benda langit lainnya yang beredar sesuai orbitnya. Selain bumi sebagai planet, ada berbagai macam benda langit yang tidak kalah menarik untuk disimak dan dipelajari. Apa saja macam – macam benda langit tersebut? Melalui halaman ini sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya.

Benda langit banyak menjadi perhatian karena dapat mengungkap rahasia tentang alam semesta. Contohnya adalah beberapa fenomena alam yang menjadi bukti teori bentuk Bumi bulat. Selain itu, benda langit juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari – hari. Misalnya pada penentuan arah yang dilakukan oleh nelayan menggunakan rasi bintang. Cabang ilmu yang mempelajari benda – benda langit di alam semesta disebut astronomi. Ada banyak benda langit yang terdapat di alam semesta. Ulasan di bawah akan membahasan macam – macam benda langit yang banyak menjadi perhatian.

10 Macam Benda Langit

Pembahasan mengenai alam semesta tidak lepas dari banyak istilah benda langit seperti yang telah disebutkan di atas. Apa saja pengertian masing – masing benda langit tersebut? Melalui halaman ini sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya.

Planet (Planet)

Planet

Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan tertentu yang disebut orbit. Planet tidak memiliki cahaya sendiri. Penampakan planet yang terlihat terang di langit karena planet memantulkan cahaya bintang.

Sistem tata surya memiliki delapan planet yang meliputi Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Delapan planet tersebut dapat terkelompok dalam tiga kelompok berbeda. Tiga kelompok tersebut berdasarkan bumi sebagai pembatas, letak asteroid, dan komposisi bahan penyusunnya.

Berdasarkan bumi sebagai pembatas, planet dalam tata surya dikelompokkan menjadi planet inferior (terletak di dalam orbit Bumi) dan superior (terletak di luar orbit bumi). Kelompok planet inferior meliputi Merkurius dan Venus. Kelompok planet superior meliputi Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. 

Berdasarkan letak asteroid, planet – planet dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam meliputi Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet luar meliputi Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Npetunus. Sedangkan berdasarkan komposisis bahan penyusunnya, planet dalam sistem tata surya dikelompokkan menjadi planet terrestrial/kebumian dan Jovian. Planet terrestrial/kebumian terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan planet Jovian terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Satelit (Satellite)

Satelit adalah benda langit yang mengelilingi suatu planet dan berputar pada sumbunya. Satelit dibagi menjadi dua jenis yaitu satelit alami dan buatan. Sama seperti planet yang tidak memiliki cahaya, satelit juga tidak memiliki cahaya sendiri. Satelit yang terlihat bersinar di langit juga dikarenakan cahaya bintang yang dipantulkan oleh permukaan satelit.

Satelit alami merupakan satelit yang sudah ada dalam sistem tata surya. Contoh satelit alami adalah Bulan (satelit bumi), Pobos dan Deimos (satelit Mars), serta Triton dan Nereid (satelit Neptunus).

Satelit buatan adalah satelit yang dibuat manusia. Satelit buatan ini sengaja diorbitkan di langit untuk kebutuhan manusia seperti alat komunikasi, penyiaran radio dan televisi, pemetaan bumi. Contoh satelit buatan adalah Ekspress – AM5, Ekspress – AM6, dan Ekspress – AM8 (milik Rusia), Relay 1, Relay 2, Syncom, dan Nimbus (milik Amerika Serikat), serta Palapa A1, Palapa A2, Palapa B1, Telkom 1, Telkom 2, dan GARUDA 1 (milik Indonesia). Beberapa nama satelit yang telah disebutkan tersebut merupakan satelit komunikasi.

Baca Juga: Planet dan Nama Satelitnya

Bintang (Star)

Bintang

Sobat idschool pasti tidak asing dengan matahari, bukan? Matahari merupakan salah satu buntang yang ada di alam semesta. Pengertian bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Berbeda dengan planet dan satelit yang tidak memiliki cahaya sendiri, bintang memilki cahaya sendiri.

Matahari merupakan bintang sejati karena dapat memancarkan cahaya sendiri. Matahari menjadi anggota tata surya yang terbesar sekaligus sebagai pusatnya. Beberapa lapisan yang meyusun matahari adalah laipsan korona, kromosfer, fotosfer, dan lapisan inti.

Selain matahari, terdapat bintang lain di alam semesta ini seperti Sirius, Canopus, Arcturus, Vega, Capella, dan Rigel. Dari beberapa contoh nama bintang tersebut yang paling terang adalah bintang Sirius.

Komet – Bintang Berekor

Komet

Komet sering disebut juga dengan bintang berekor. Hal ini dikarenakan penampakan komet yang menyala seperti bintang yang menyala dan memiliki ekor. Namun sebenarnya komet merupakan kumpulan debu, es, dan gas yang membeku. Ekor komet akan selalu menjauhi matahari. Komet merupakan benda langit yang terbentuk dari Bentuk orbit dari komet adalah lonjong.

Terdapat banyak komet di alam semesta, sekitar sepuluh triliun komet. Terkadang, lintasan komet cukup dekat dengan bumi sehingga memungkinkan untuk dapat dilihat dari bumi. Salah satu komet yang pernah sangat dekat dengan bumi adalah komet Halley yang pernah terlihat pada tahun 1531, 1607, 1682, 1910, dan 1986.

Beberapa komet yang pernah terlihat dari Bumi:

  • Komet Halley: terlihat dari bumi setiap 75 – 76 tahun, muncul pada tahun 1531, 1607, 1682, 1910, dan 1986, serta diperkirakan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.
  • Komet Encke: periode kemunculan setiap 3,3 tahun
  • Komet Hale – Bopp: ditemukan pada tanggal 23 Juli 1955
  • Komet Hyakutake: ditemukan pada 30 Januari 1996
  • Komet Lovejoy: ditemukan pada tanggal 15 Maret 2007

Asteroid (Asteroid)

Asteroid

Asteroid adalah benda langit yang berukuran kecil dan mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Jumlah asteroid sangat banyak, semuanya secara teratur berkumpul membentuk sabuk asteroid. Letak sabuk astertoid paling banyak terdapat di antara orbit Mars dan Jupiter. Selain itu, terdapat juga sabuk asteroid Edgeworth – Kuiper yang terletak jauh di belakang planet Neptunus.

Asteroid merupakan sisa-sisa bahan pembentuk planet. Antara satu asteroid dengan asteroid lainnya terpisah sejauh ribuan kilometer. Terkadang, asteroid – asteroid tersebut dapat bertabrakan. Tubrukan antar asteroid akan menghasilkan pecahan batu yang lebih kecil atau disebut meteoroid.

Baca Juga: 8 Bukti Bahwa Bumi Bulat

Meteorid, Meteor, Meteorit

Meteoroid adalah batuan – batuan kecil di langit, melayang – layang di angkasa, tidak mempunyai lintasan, dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Meteorid dapat berasal dari tubrukan antar asteroid. Benda langit ini kadang – kadang masuk dalam atmosfer bumi dan dapat sampai ke permukaan bumi.

Meteoroid yang masuk dalam atmosfer Bumi disebut meteor. Sebelum ke permukaan Bumi, meteorid akan bergesekan dengan atmosfer. Kondisi tersebut membuat meteor terlihat tampak berpijar, sehingga meteor disebut juga bintang jatuh/bintang beralih.

Sebagian besar meteor akan habis bergesekan dengan atmosfer. Namun, ada beberapa meteor dengan ukuran sangat besar dan tidak habis terbakar sehingga dapat sampai ke permukaan Bumi. Meteor yang berhasil sampai ke permukaan Bumi disebut meteorit.

Galaksi (Galaxy)

Galaksi
sumber gambar: wikipedia

Galaksi adalah sekumpulan materi luar angkasa yang terdiri dari bintang, gas, debu, dan benda langit lainnya yang terikat oleh sebuah sistem gravitasi. Ada banyak sekali galaksi yang terdapat di alam semesta, lebih dari 100 miliar galaksi. Beberapa nama galaksi yang tersebut diantaranya adalah galaksi Blackeye, Bima Sakti (Milky Way), Andromeda, Sunflower, dan Tadpole. Bumi sendiri merupakan bagian dari galaksi Bima Saksi.

Kluster (Clusters)

Kluster

Beberapa gabungan galaksi yang membentuk suatu sistem tersendiri di alam semesta disebut kluster. Sebuah kluster biasanya terdiri dari 10 – 15 galaksi. Kluster dapat membentuk gugusan – gugusan yang lebih besar bernama super kluster. Pada kluster terdapat gravitasi yang berasal dari gaya gravitasi bersama galaksi – galaksi.

Debu Antariksa/Debu Kosmik (Space dust)

Debu Antariksa

Debu antariksa adalah debu – debu yang berada di luar angkasa. Asal debu antariksa terbentuk dari sampah – sampah antariksa seperti satelit dan benda angkasa lainnya yang hancur atau meledak. Debu antariksa dapat menyerap caha dari benda – benda antariksa kemudian dipancarkan kembali. Cahaya debu antariksa dapat dilihat menggunakan teleskop inframerah.

Debu – debu antariksa kemudian dapat terserap oleh calon bintang baru sehingga akan melahirkan bintang – bintang baru.

Baca Juga: Sebutan Nama Lain Planet – Planet

Nebula

Nebula

Nebula adalah gumpalan besar awan dan debu di luar angkasa dengan warna beragam. Asal terbentuknya nebula dari ledakan supernova, keruntuhan gravitasi gas, dan tahap akhir kehidupan bintang bermassa rendah.

Bintang – bintang yang bermassa lebih dari 8 kali lipat massa Matahari akan meledak sebagai supernova. Supernova adalah ledakan suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih dari nova. Nova adalah ledakan bintang yang tadinya redup menjadi sangat terang.

Selain itu, nebula juga dapat berasal dari keruntuhan gravitasi gas di medium antarbintang. Material sebuah bintang dapat runtuh oleh gravirtasinya sendiri. Keruntuhan tersebut dapat menghasilkan bintang – bintang besar yang baru di tengah – tengah nebula. Radiasi bintang – bintang baru akan mengionisasi gas disekitarnya sehingga terlihat awan antarbintang.

Nebula yang terbentuk dari tahap akhir dari kehidupan bintang bermassa rendah disebut nebula planeter. Bintang dengan massa sekitar 8 – 10 massa Matahri akan berevolusi menjadi raksasa merah dan perlahan – lahan kehilangan lapisan luarnya. Suhu sebuah bintang bermassa rendah yang telah kehilangan cukup banyak material penyusunnya. Radiasi ultraviolet dari binyang tersebut akan memancarkan dan mengionisasi awan antarbintang, kemudian terbentuklah nebula planeter.

Demikianlah ulasan mengenai 10 macam benda langit. Kesepuluh benda langit tersebut meliputi satelit, bintang, kluster, galaksi, meteor, komet, debu antariksa, super kluster, asteroid, dan planet. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Planet – Planet dalam Tata Surya dan Karakteristiknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.