Jenis-Jenis Awan dan Proses Terbentuknya

By | September 23, 2021

Massa awan di udara merupakan campuran fluida yang mengandung partikel padat meliputi air, kristal es, atau campuran keduanya. Lapisan awan yang rendah atau dekat dengan permukaan tanah disebut dengan kabut. Proses terbentuknya awan terjadi karena kondensasi/sublimasi uap air dalam udara. Jenis-jenis awan yang terbentuk dapat berbeda. Perbedaan jenis-jenis awan yang terbentuk di udara di karenakan suhu udara yang tidak sama.

Berbagai jenis awan berdasarkan bentuknya terdari dari tiga bentuk utama yaitu commulus (bundar bergumpal-gumpal), stratus (tipis dan tersebar), dan cirrus (halus berserat dan berdiri sendiri). Setiap jenis-jenis awan tersebut memili beberapa macam yang terletak pada suatu ketinggian. Diketahui terdapat 10 jenis-jenis awan yang dapat terbagi dalam tiga kelompok berdasarkan ketinggianya.

Bagaimana proses terbentuknya awan? Bagaimana bentuk dari setiap jenis-jenis awan? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Baca Juga: Jenis-Jenis Tanah di Indonesia

Proes Terbentuknya Awan

Awan biasanya akan terbentuk ketika uap air naik bersama udara yang relatif lembab. Pada ketinggian, udara mendingin tanpa terjadi pertukaran panas dengan udara sekitarnya (proses adiabatik). Suhu uap air pada ketinggian akan turun di bawah titik embun, di mana udara menjadi jenuh. Sehingga uap air akan mengembun menjadi inti kondensasi tetesan air kecil dengan ukurkan mikroskopis. Uap air yang terkumpul di udara kemudian membentuk awan.

Prose Terbentuknya Awan

Awan yang terbentuk di udara selanjutnya dapat turun menjadi hujan. Hujan yang kembali turun ke permukaan bumi akan kembali ke sumbernya. Selanjutnya air dapat kembali menjadi awan kembali melalui sebuah siklus yang disebut siklus air.

Baca Juga: Tahapan-Tahapan pada Siklus/Daur Air

Jenis-Jenis Awan

Jenis-jenis awan dapat dibedakan berdasarkan bentuk/morfogi dan ketinggiannya. Awan berdasarkan morfologinya terdiri dari awan cirrus, alto, stratus, cumulus, dan cumulonimbus. Jenis awan cirrus dapat berbentuk cirrocumulus dan cirrostratus. Jenis awan alto dapat berbentuk altostratus dan altocumulus. Sedangkan bentuk awan stratus dapat berupa stratocumulus dan nimbostratus. Berikut ini adalah gambar bentuk awan pada jenis-jenis awan.

Jenis-Jenis Awan
Sumber Gambar Jenis Jenis Awan – Encyclopedia Britanica

Jenis-Jenis Awan berdasarkan morfologi/bentuknya:

  • Commulus: berbentuk bundar-bundar (bergumpal-gumpal) dan bagian dasarnya horizontal.
  • Stratus: bentuknya tipis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata.
  • Cirrus: bentuk awan halus dan berserat seperti bulu burung yang berdiri sendiri, sering terdapat kristal es tetapi tidak menyebabkan turunnya hujan.

Selain tiga bentuk utama dari awan berdasarkan bentunya, juga terdapat variasi bentuknya. Jenis-jenis awan tersebut dikelompokkan berdasarkan ketinggiannya.

Jenis-Jenis awan berdasarkan ketinggian:

Awan berdasarkan ketinggian terdiri dari tiga jenis yaitu awan tinggi, awan sedang, dan awan rendah. Selain itu juga terdapat bentuk awan yang terjadi karena udara naik. Beberapa macam bentuk berdasarkan ketinggian diberikan seperti daftar di bawah.

  • Awan tinggi (5 km‒ 13 km dari permukaan tanah): bentuknya selalu berupa kristal-kristal es.
    *Cirrus (Ci): awan tipis seperti bulu burung
    **Cirrostratus (Ci-St): bentuk awan putih merata seperti tabir
    ***Cirrocumulus (Ci-Cu): seperti sisik ikan
  • Awan tengah (2 km – 7 km):
    *Altocumulus (A-Cu): bergumpal-gumpal tebal
    **Altostratus (A-St): berlapis-lapis tebal
  • Awan Rendah (di bawah 2 km)
    *Stratocumulus (St-Cu): awan yang tebal, luas, dan ber gumpalgumpal
    **Stratus (St): awan merata rendah dan berlapislapis
    ***Nimbostratus (No-St): lapisan awan yang luas, sebagian telah merupakan hujan
  • Awan yang terjadi karena udara naik (500 m – 1500 m):
    *Cumulus (Cu): awan bergumpal-gumpal, dasarnya rata
    **Cumulonimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal-gumpal, luas, dan sebagian telah meru pakan hujan, serta sering terjadi angin ribut

Baca Juga: Daur Karbon dan Oksigen

Manfaat Mengenali Berbagai Bentuk dan Jenis Awan

Mengenali berbagai jenis awan dapat menjadi alat bantu yang dalam prakiraan cuaca. Dari kondisi awan yang terjadi di udara dapat dilakukan prediksi kapan hujan akan terjadi. Begitu juga dengan terjdainya fenomena lain sepeti badai dan petir.

Misalnya, jika langit menjadi mendung dengan awan cirrus dan cirrostratus yang menebal dan turun menjadi awan altostratus, maka hujan/presipitasi akan segera terjadi. Badai petir aktif akan terjadi ditandai dengan awan cumulus yang tumbuh dengan cepat menjadi cumulonimbus pada hari yang lembab.

Langit malam yang cerah menunjukkan pendinginan yang cepat yang dapat menyebabkan embun, embun beku, atau bahkan kabut keesokan paginya. Kondisi dapat terjadi terutama jika massa udara kering. Sedangkan mendung rendah di malam hari berperan seperti selimut yang mencegah suhu turun banyak.

Contoh Soal dan Pembahasan

Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakan pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat Berlatih!

Contoh 1 – Soal Jenis-Jenis Awan

Berdasarkan ketinggiannya, yang termasuk awan menengah adalah ….
A. cirro, stratus, cirus
B. altocumulus, altostratus
C. cumulus, altocumulus
D. cirrus, nombo stratus
E. cumullus, cirrus

Pembahasan:

Jenis awan yang terletak pada ketinggian menengah terdapat pada ketinggian antara 2 km sampai 7 km. Jenis awan yang terbentuk pada ketinggian tersebut adalah jenis awan alto yaitu altocumulus dan altostratus.

Jawaban: B

Contoh 2 – Soal Jenis-Jenis Awan

Sebagian besar awan terbentuk pada lapisan ….
A. troposfer
B. Eksosfer
C. Stratosfer
D. Mesofer
E. Ozon

Pembahasan:

Berbagai fenomena alam seperti angin kencang, hujan deras, petir dan terbentuknya terjadi pada lapisan troposfer. Pada lapisan ini juga menjadi tembat bagi manusia dalam melakukan kegiatannya. Jadi, sebagian besar awan terbentuk pada lapisan troposefer.

Jawaban: A

Demikianlah tadi jenis-jenis awan dan proses terbentunya. Di mana jenis-jenis awan dapat dibedakan berdasarkan morfologi/bentuknya dan ketinggiannya. Terimakasih sudah mengunjungi idschool(dot)net. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: 8 Bukti Bahwa Bumi Bulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.