Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contoh

Bentuk teks eksposisi banyak ditemukan pada jenis bacaan seperti bacaan pada esai, tajuk rencana (editorial), opini, kegiatan ceramah/pidato, debat, perkuliahan, dan sejenisnya. Teks eksposisi biasanya digunakan untuk menyampaikan gagasan penulis akan suatu topik atau permasalahan melalui tulisan. Sehingga, karakteristik bahasa yang digunakan dalam teks eksposisi berupa pendapat/opini, bersifat baku, dan jelas. Penyampaian gagasan pada teks eksposisi selalu disertai dengan fakta dan alasan yang logis.

Teks eksposisi dapat digolongkan menjadi 5 (lima) kelompok berdasarkan gaya atau tipe penulisan. Kelima kelompok tersebut antara lain meliputi teks eksposisi definisi, perbandingan, pertentangan, laporan, ilustrasi, dan proses.

Teks Eksposisi

Baca Juga: Contoh-Contoh Teks Eksplanasi dengan Berbagai Topik Pembahasan

Bagaimana bentuk teks eksposisi? Apa saja karakteristiknya? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah bacaan yang menyajikan gagasan/pendapat penulis berupa pendapat dan fakta yang disertai dengan alasan-alasan logis. Kejadian sebenarnya disajikan dalam kalimat fakta. Sedangkan alasan-alasan logis disajikan dalam kalimat opini/pendapat. Alasan-alasan logis dari gagasan opini penulis, dapat digunakan untuk mengevaluasi, mengklarifikasi, atau membuktikan kebenaran dari suatu permasalahan.

Berdasarkan definisi pengertian teks eksposisi yang telah diberikan di atas, teks eksposisi disusun dari dua unsur utama. Kedua unsur utama penyusun teks eksposisi tersebut adalah pendapat dan fakta.

Gagasan adalah pernyataan berupa ide atau pendapat yang menyatakan komentar pribadi, penilaian, saran, dorongan, atau bujukan. Contoh kalimat yang merupakan pendapat atau opini adalah Nilai tukar rupiah akann semakin naik jika pemerintah tidak membatasi kegiatan impor barang.

Fakta adalah pernyataan yang memberikan keterangan tentang kejadian yang sebenarnya terjadi. Dalam teks eksposisi, kalimat fakta digunakan untuk memperkuat opini atau pendapat. Tujuannya agar pembaca percaya dengan pendapat atau opini yang disampaikan. Contoh kalimat fakta adalah Presiden pertama Indonesia adalah Soekarno.

Baca Juga: Struktur Kalimat yang Benar dan Contohnya

Struktur Teks Eksposisi

Bagian utama penyusun teks eksposisi terdiri dari tiga struktur yang meliputi tesis/pembukaan, argumentasi/isi, dan penegasan ulang.

Pada bagian tesis/pembukaan memuat pengenalan tema atau topik yang akan diangkat. Bagian argumentasi/isi memuat opini atau pendapat penulis tentang tema yang dibahas. Penguatan opini kemudian dilakukan pada bagian struktur penegasan ulang, tujuannya untuk meyakinkan pembaca terhadap pendapat atau opini yang diberikan.

Struktur Teks Eksposisi

Tesis atau pernyataan pendapat merupakan bagian pembuka teks eksposisi. Bagian tesis memuat pendapat umum mengenai topik yang akan dibahas. Bentuknya dapat berupa pengenalan masalah atau pandangan penulis secara umum terkait topik yang akan dibahas.

Argumentasi atau isi adalah bagian teks eksposisi yang berupa unsur penjelas untuk mendukung penrnyataan yang diberika pada bagian tesis. Informasi yang disampaikan berupa alasan logis, fakta, data, atau definisi yang diberikan oleh para ahli.

Penegasan ulang atau yang sering disebut juga dengan penutup atau simpulan bertujuan untuk memberi tambahan ketegasan terkait permasalahan yang dibahas. Bagian penegasan ulang dapat berupa perumusan kembali teks atau bacaan yang diberikan dalam bentuk ringkas.

Baca Juga: Bentuk Teks Argumentasi dan Contohnya

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Bacaan atau teks eksposisi dapat dikenali melalui ciri-ciri teks eksposisi. Ciri – ciri yang paling terlihat adalah bacaan yang terdiri dari dua jenis pernyataan, berupa pernyataan fakta dan pendapat. Bacaan dibuat sesuai dengan objek, netral, dan memuat informasi pengetahuan. Gaya bahasa yang digunakan adalah bentuk baku, sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar.

Secara ringkas, ciri – ciri teks eksposisi dirangkum dalam ringkasan berikut.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Baca Juga: Bentuk Teks Persuasi dan Contohnya

Contoh Teks Eksposisi

Teks atau paragraf eksposisi ditulis dengan pronomina atau kata ganti orang. Kata ganti orang yang digunakan adalah kata ganti orang atau pronomina. Terdapat dua jenis pronomina, yaitu pronomina persona (orang) dan pronomina nonpersona (penunjuk).

Pronomina persona adalah kata ganti untuk menggantikan panggilan seseorang. Pronomina persona dibagi dalam 6 (enam) jenis, yaitu kata ganti orang pertama tunggal (saya, aku), kata ganti orang pertama jamak (kita, kami), kata ganti orang kedua tunggal (engkau, kamu, anda), kata ganti orang kedua jamak (kalian), kata ganti orang ketiga tunggal (dia, beliau), kata ganti orang ketiga jamak (mereka), dan kata ganti kepemilikan (pronomina posesiva).

Pronomina penunjuk adalah kata ganti yang mengacu pada tempat, waktu, atau suatu peristiwa. Contoh pronomina penunjuk adalah ini, itu, di sini, di sana, di situ, dan lain sebagainya.

Dua bacaan sederhana di bawah dapat menjadi gambaran bagaimana bentuk teks eksposisi.

Contoh 1: Keadilan Hukum Di Indonesia

Tesis:
Hukum yang berlaku di Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang. Seharusnya, para penegak hukum memberlakukan aturan yang sama untuk para pelanggar hukum, tanpa melihat status atau kedudukan pelaku pelanggar hukum. Sayangnya, hal tersebut belum berlaku sepenuhnya di Indonesia. Hukum di Indonesia dapat dikatakan tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Argumentasi:
Praktek hukum yang terjadi di tengah perkara hukum tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tuntutan hukum yang diberikan untuk mereka tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan. Belum lagi perlakuan istimewa yang didapat untuk para pejabat kelas atas di penjara. Pelanggar hukum dengan kekuasaan dan uang mampu membeli fasilitas penjara untuk disulap menjadi hotel bintang lima. Lagi-lagi, undang-undang tidak berlaku untuk mereka yang memiliki kekuasaan dan uang.

Ketidakadilan hukum di Indonesia sudah banyak praktek yang terjadi. Seorang mafia pajak, sebut saja namanya adalah Gayus Tambunan, dituntut dengan hukuman selama 7 tahun penjara. Pada kasus lain, tuntutan hukuman yang sama deiberikan kepada ibu Minasih. Kedua orang tersebut memiliki tuntutan hukuman dengan lama waktu yang sama. Namum kasus dari keduanya sangat berbeda. Ibu Manisih dituntut karena mencuri buah randu milik sebuah perusahaan, dengan potensi kerugian yang ditimbulkan bernilai Rp12.000,00. Sedangkan Gayus Tambunan merugikan negara, dengan potensi kerugian mencapat 1,52 triliun.

Penegasan Ulang:
Beberapa contoh kasu yang diberikan di atas sudah menjadi cukup bukti untuk mengatakan bahwa keadilan hukum di Indonesia tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Para penegak hukum perlu berbenah agar citra hukum di mata masyarakat menjadi baik. Undang-Undang harus menjadi patokan utama dalam menegakkan hukum. Penegak hukum harus tegas terhadap siapapun, kekuasaan dan uang tidak dapat digunakan untuk melanggar undang-undang.

Baca Juga: Perbedaan Teks Argumentasi dan Persuasi

Contoh 2: Nasib Hutan di Indonesia

Tesis:
Hutan memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup dan ekosistem makhluk hidup. Hutan menjadi tempat untuk melestarikan berbagai jenis tanaman. Selain itu, hutan juga menjadi tempat kehidupan berbagai hewan, termasuk hewan langka. Sayangnya, belum semua orang menyadari pentingnya keberadaan hutan di tengah kehidupan kita. Sehingga pemeliharaan hutan sering diabaikan.

Argumentasi:
Kondisi hutan Indonesia dapat dikatakan sudah sangat memprihatinkan. Selama kurang lebih lima puluh tahun, hutan di Indonesia mengalami penurunan luas sebesar 64 juta hektar. Hilangnya kawasan hutan seluas ini sebagian besar terjadi di Sumatra. Namun, nantinya mungkin akan diikuti oleh musnahnya hutan di Kalimantan jika tidak ada upaya yang serius baik dari pemerintah dan kesadaran masyarakat.

Kondisi yang memperburuk keadaan adalah adanya kebakaran hutan yang masih sempat terjadi beberapa kurun waktu. Persentase kebakaran yang terjadi di Pulau Sumatera berdasarkan titik kebakaran terjadi 49% hutan rawa gambut, 13 % wilayah alang-alang, 10% wilayah hutan dataran rendah, 8% wilayah perkebunan, 10% pertanian masyarakat, dan sisanya area rawa non gambut. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugiann yang tidak sedikit.

Adanya penebangan liar juga turut menyumbang besarnya area hutan yang hilang. Kondisi ini akan tambah diperburuk dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi pertambangan. Pembukaan hutan alam di dataran rendah di Sulawesi telah memusnahkan keanekaragaman berbagai jenis flora dan fauna.

Penegasan Ulang:
Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan hutan di Indonesia. Perlu upaya dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, dan kesadaran pribadi untuk menyelamatkan wilayah hutan di Indonesia. Jika semua sektor menggarap dengan serius masalah hutan di Indonesia. Hutan di Indonesia dapat terselamatkan, begitu juga dengan berbagai jenis flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Sekian ulasan tentang teks eksposisi atau paragraf eksposisi yang meliputi pengertian, struktur, karakteristik/ciri-ciri, dan contohnya. Terima kasih telah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Teks Deskripsi (Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contoh)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.